
Pasokan beras nasional dipastikan aman meski konflik Timur Tengah berlangsung. Hal ini ditopang oleh capaian swasembada dan stok cadangan beras pemerintah (CBP) yang melimpah.
Demikian disampaikan Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani pada acara “Bazar Dari Istana Untuk Rakyat” di Monas Jakarta, Sabtu (28/3).
Rizal menjelaskan, stok cadangan beras pemerintah (CBP) yang tersebar di gudang-gudang Bulog saat ini mencapai 4,3 juta ton, tertinggi sepanjang Indonesia merdeka.
“Kita Indonesia syukur alhamdulillah dengan swasembada pangan sehingga masalah pangan Indonesia tidak terlalu terdampak dengan Timur Tengah,” ujarnya.
Ia menambahkan, stok beras diproyeksikan terus bertambah seiring panen yang berlangsung di berbagai daerah. Dengan kondisi tersebut, kebutuhan masyarakat diyakini tetap terpenuhi hingga akhir tahun.
Ia menyebut, bazar ini menjadi upaya pemerintah menyampaikan bahwa stok beras melimpah sehingga masyarakat tidak perlu melakukan pembelian berlebihan atau panic buying.
“Teman-teman kan tahu satu sisi supaya nggak panic buhing kemudian habis lebaran juga pemerintah tetap memperhatikan masyarakat supaya masyarakat juga bisa hidup dengan nyaman dan menjamin harga harga tetap murah,” ujarnya.
Selain beras, perusahaan pelat merah ini juga ditugaskan pemerintah untuk mengelola jagung dan minyak goreng. Untuk jagung ketersediaannya juga dalam keadaan aman.
“Termasuk minyak goreng. Minyak stok Bulog itu 72.000 kilo liter per bulannya. Cukup aman terkendali. Jadi, masyarakat tidak perlu bimbang,” pungkasnya.





























