Yordania Siap Jadi Pasar CPO Indonesia dan Bantu Pengembangan Gandum

0
Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman memaparkan hasil kunjungan tersebut dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis, 17 April 2024. Dok: Ist

Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman mengungkapkan bahwa pemerintah Yordania mempersilakan Indonesia untuk mengirim minyak sawit mentah (CPO) dalam jumlah besar ke negaranya.

Pernyataan ini disampaikan Amran usai mendampingi Presiden Prabowo Subianto dalam kunjungan kerja ke Yordania. Dia memaparkan hasil kunjungan tersebut dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis (17/4).

“Baru kami tiba dari kunjungan mendamping Bapak Presiden ke Yordania. Beliau kunjungan ke beberapa negara. Insyaallah kita akan perkuat hubungan bilateral, kita perkuat kerja sama kita dengan negara Yordania,” kata Amran.

Dia mengungkapkan, Yordania mengakui keunggulan Indonesia di sektor pertanian. Menurut dia, Menteri Pertanian Kerajaan Hasyimiyah Yordania, Khaled Al Henefat, menyampaikan, Indonesia memiliki CPO dengan produksi terbesar di dunia.

“Dan mereka (pemerintah Yordania) mengatakan silakan dikirim sebesar-besarnya sesuai kebutuhan negara Yordania. Ini hubungan yang sangat baik,” ujar Amran.

Sementara itu, Amran menjelaskan Yordania memiliki kekuatan di bidang manajemen air (water management system) yang dinilai sangat maju dan efisien, terutama dalam menghadapi tantangan iklim kering.

“Yang menarik adalah di sana sistem water management-nya. Mereka kekurangan air, tapi mampu mengelolanya dengan sangat baik hingga tetap produktif, bahkan sangat produktif,” kata Amran.

Amran juga menambahkan, Yordania berencana mengunjungi Indonesia dalam waktu dekat. Tujuan kunjungan tersebut adalah untuk menukar informasi dan teknologi, terutama dalam hal manajemen air.

“Kita akan tukar informasi dan teknologi, khususnya di bidang water management. Di Indonesia, kami sangat membutuhkan ahli dari Yordania. Itu yang paling penting,” ujar Amran.

Di samping itu, Amran mengatakan bahwa pihaknya akan mencoba mengembangkan produksi gandum di Indonesia dengan bantuan para ahli dari Yordania.

“Ini terobosan baru untuk gandum. Ini kita akan mencoba, kami sudah mengecek kecocokan agroklimat di seluruh Indonesia. Kemudian mencari bibit unggul yang bisa kita kembangkan di Indonesia,” kata Amran.

Amran mengatakan bahwa pihaknya telah melakukan uji coba pengembangan gandum di beberapa daerah, seperti Jawa Tengah, Nusa Tenggara Timur (NTT), dan Nusa Tenggara Barat (NTB).

“Ini sangat bagus dan kami undang khusus ahli-ahli dari sana (Yordania). Kemudian kita tukar informasi, tukar teknologi,” kata Amran.

Amran berharap gandum bisa tumbuh dengan baik di Indonesia, sehingga dapat mengurangi ketergantungan terhadap impor komoditas ini. “Kalau ini tumbuh bisa kita ke depan itu mengurangi impor untuk gandum,” imbuh dia.

Dia menambahkan, pihaknya juga sedang mencari lahan yang cocok untuk pengembangan gandum. “Jika ditemukan lahan yang sesuai, kami akan langsung melanjutkan proyek ini,” imbuh dia.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini