Badan Karantina Indonesia (Barantin) melalui Balai Besar Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan DKI Jakarta (Karantina) menggelar Patroli Laut bersama instansi terkait di Perairan Tanjung Priok pada Kamis (19/12).
Sekretaris Utama (Sestama) Barantin, Shahandra Hanitiyo menegaskan, kegiatan ini dilakukan untuk mencegah adanya penyelundupan barang wajib periksa karatina pada momen menjelang Natal dan tahun baru (Nataru).
“Kegiatan ini merupakan bentuk komitmen Karantina dalam kesiapsiagaan menjelang liburan perayaan Natal Tahun 2024 dan Tahun Baru 2025, sehingga dapat mencegah terjadinya penyelundupan komoditas wajib lapor karantina,” ungkap Shahandra.
Pencegahan penyelundupan dilakukan dengan memperkuat fungsi perkarantinaan dan pengawasan. Untuk mengoptimalkan hal tersebut, Barantin harus berkoordinasi dan kolaborasi dengan instansi dengan tugas dan fungsi yang saling berkaitan.
“Patroli Laut Bersama ini juga merupakan bentuk sinergi Barantin dengan instansi terkait, seperti Bea Cukai dan Imigrasi dalam menjalankan tugasnya. Tanpa berkoordinasi, pekerjaan yang dilakukan menjadi kurang efektif,” terangnya.
Sebagai informasi, Karantina DKI Jakarta hingga pertengahan Desember 2024 telah menggagalkan 16 kali penyelundupan komoditas pertanian dan perikanan, baik domestik masuk maupun impor. Adapun nilai ekonomi komoditas mencapai Rp 2 miliar.
Patroli bersama menggunakan kapal Kesatuan Penjaga Laut dan Pantai (KPLP) Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan yang berangkat dari Pelabuhan KPLP menuju Pelabuhan Sunda Kelapa, untuk melakukan pengawasan karantina. Kemudian berlanjut menyusuri garis Pantai Tanjung Priok dan berakhir di Terminal Untuk Kepentingan Sendiri (TUKS) milik perusahaan tepung.
Pada kesempatan yang sama, Shahandra juga menghimbau kepada petugas karantina agar bersiap untuk menjaga kelancaran arus lalu lintas barang, khususnya yang wajib periksa karantina selama masa Nataru. Hal tersebut ia sampaikan saat memimpin Apel Siaga Natal dan Tahun Baru.
“Kita harus bersiap untuk menghadapi peningkatan frekuensi dan volume lalu lintas penumpang dan komoditas wajib periksa karantina menjelang momentum liburan perayaan Natal Tahun 2024 dan Tahun Baru 2025,” tegas Sestama.
Selain sebagai garda terdepan pencegahan masuk, keluar, dan tersebarnya hama penyakit hewan, ikan, dan tumbuhan, Barantin juga berperan menjalankan fungsi ekonomi (‘economics tools’). Di era perdagangan bebas saat ini, tidak kalah penting bagi Barantin untuk turut serta mendorong percepatan ekspor Indonesia ke pasar dunia.
“Untuk mendorong perekonomian Indonesia, Karantina juga harus dapat memastikan akseptabilitas produk-produk unggulan ekspor kita ke negara-negara tujuan di pasar mancanegara. Hal ini dilakukan dengan melakukan pendampingan kepada pelaku usaha,” tutup Shahandra.






























