Tertarik Investasi di Indonesia, Vietnam Dipermudah Impor Sapi Indukan 250 Ribu Ekor

0
Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman, mengajak Asosiasi Peternak dan Penggemuk Sapi Indonesia (APPSI) di Serpong, Tangerang, Banten, Jumat 20 September 2024. (Foto: Humas Kementan)

Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman memastikan investor Vietnam tertarik untuk membangun peternakan sapi perah berskala besar di Indonesia.

Amran pun memberikan kemudahan impor sapi perah yang rencannya akan dilakukan perusahaan investasi asal Vietnam pada 2025.

“Kami terus berupaya mempermudah proses agar mereka tertarik berinvestasi di Indonesia,” kata Amran saat memenuhi panggilan Presiden Prabowo Subianto di Kompleks Kepresidenan Jakarta, Kamis (31/10).

Lebih lanjut Amran menjelaskan, impor sapi ini merupakan bagian dari upaya pemerintah mencapai swasembada daging dan susu melalui pengadaan sapi indukan dari luar negeri.

Sebab, kata Amran, jika mengandalkan sapi indukan yang sudah ada akan membutuhkan waktu lebih lama untuk mencapai swasembada.

“Rencana investasi dari Vietnam dengan pengadaan sekitar 250 ribu ekor sapi ini akan berdampak besar bagi kepentingan nasional,” kata Amran.

Rencana ini juga menawarkan peluang bagi pengusaha lokal dan internasional untuk berkontribusi dalam program makan bergizi gratis yang menjadi salah satu agenda prioritas pemerintah Prabowo.

Amran menambahkan, pihaknya telah menyiapkan lahan di tiga lokasi sebagai tempat pembangunan peternakan sapi perah. Tiga tempat yang dimaksud adalah Sulawesi Tengah, Kalimantan Selatan, dan Sulawesi Selatan.

“Kami sudah meninjau Poso bersama perusahaan TH Group. Di sana ada lahan seluas 12 ribu hektare, sementara di Sulawesi Selatan ada 30 ribu hektare dan di Kalimantan Tengah 50 ribu hektare,” jelas Amran.

Sebagai informasi, TH Group merupakan perusahaan besar asal Vietnam yang siap mendukung Indonesia dalam meningkatkan produksi daging sapi dan susu domestik.

Mereka berencana mengembangkan industri pembibitan sapi, budidaya ternak, pemenuhan pakan berkualitas, distribusi, pengolahan, serta peningkatan kapasitas peternak lokal.

Adapun Investasi dari Vietnam ini merupakan tindak lanjut dari nota kesepahaman (MoU) di bidang pertanian yang ditandatangani pada 19 Mei lalu.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini