Badan Karantina Indonesia (Barantin) menjamin kesehatan dan kesejahteraan sapi perah bunting yang didatangkan dari Australia.
Diketahui, sebanyak 50 ekor bibit sapi perah bunting tiba di Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, pada Selasa (3/12). Pemasukan sapi ini mengawali program swasembada pangan kabinet Merah Putih.
Kepala Badan Karantina Indonesia, Sahat M. Panggabean menyampaikan Barantin bekerja guna memastikan kesehatan dan kesejahteraan hewan telah terpenuhi oleh semua mitra sejak di ‘border’ dan selama di instalasi Karantina.
“Tentunya kami Badan Karantina Indonesia mengawal program strategis pemerintah melalui penjaminan kesehatan hewan, kesejahteraan hewan dan digitalisasi pelayanan yang akuntabel, sehingga swasembada pangan dan pemenuhan gizi masyarakat dapat terdukung dengan baik,” ujar Sahat dalam siaran pers di Jakarta, Jumat (6/12).
Sementara itu, Deputi Bidang Karantina Hewan Barantin, Sriyanto menegaskan Karantina hadir mulai dari ‘pre-border’, ‘border’, dan ‘post-border’ guna memastikan bibit ternak yang masuk ke wilayah Indonesia dan bebas Hama Penyakit Hewan Karantina (HPHK).
“Hewan ternak ini akan kami lakukan serangkaian tindakan karantina hewan dan penerapan masa karantina di Instalasi Karantina Hewan. Kemudian pengujian laboratorium untuk memastikan sapi perah bibit tersebut sehat,” jelas Sriyanto.
Sriyanto menekankan, Karantina memiliki peran strategis dalam menjamin kesehatan dan kesejahteraan hewan dari 50 ekor sapi perah yang menjadi kloter pertama dari target pemerintah untuk melakukan pemasukan satu juta ekor selama 5 tahun.
Turut hadir dalam pengawasan karantina Direktur Tindakan Karantina Hewan Cicik Sri Sukarsih, Ketua Tim Kerja Impor Karantina Hewan Raden Nurcahyo, Kepala Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan (Karantina) Banten Turhadi, Ketua Tim Kerja KH Karantina Banten Heny Sulistyowati, dan fungsional Karantina Banten.






























