Mentan Amran Tak Toleransi Pihak yang Mainkan Harga Bahan Pokok

0
Eliza Mardian dari CORE Indonesia menjelaskan penyebab harga beras mahal pada Juli 2025
Harga beras medium dan premium di pasar mulai mengalami kenaikan usai penyesuaian harga gabah oleh pemerintah.

Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman menegaskan, pemerintah tidak akan mentoleransi pihak-pihak yang sengaja memainkan harga dan menjual bahan pokok di atas Harga Eceran Tertinggi (HET).

Penegasan ini disampaikan Mentan Amran saat mengawal operasi pasar pangan murah bersama Wakil Menteri Pertanian (Wamentan), Sudaryono di Kantor Pos Palembang, Sumatera Selatan, Selasa (4/3).

“Jangan coba-coba mempermainkan harga. Kalau kami sudah imbau, tapi tidak diindahkan, Satgas Pangan akan bertindak tegas, termasuk memberikan sanksi sesuai aturan yang berlaku, agar masyarakat tidak terganggu, dan fokus beribadah,” tegas Mentan Amran.

Menurut Mentan Amran, saat ini tidak ada alasan bagi pedagang dan pengusaha untuk menjual bahan pokok di atas HET karena stok seperti minyak goreng dan beras melimpah.

“Kami imbau seluruh pengusaha, jangan ada yang menjual harga di atas HET, seperti minyak goreng, beras dan lain lain, kami mohon sekali lagi, jangan menjual di atas HET, tidak ada alasan beras naik, karena berdasarkan data BPS produksi kita meningkat tajam,” tegas Mentan Amran.

Di tempat yang sama, Wamentan Sudaryono menambahkan, pemerintah akan terus menggencarkan pangan murah di berbagai daerah guna menjamin masyarakat mendapatkan pangan dengan harga yang wajar.

“Kami bergerak cepat dan memastikan bahwa pangan murah bisa diakses oleh masyarakat luas, khususnya menjelang Idulfitri. Ini adalah langkah konkret pemerintah dalam menjaga stabilitas pangan,” ujar dia.

Operasi pasar pangan murah ini merupakan hasil kerja sama antara Kementerian Pertanian (Kementan), PT Pos Indonesia, dan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Pangan lainnya.

Dalam operasi pasar ini, berbagai bahan pokok dijual dengan harga di bawah Harga Eceran Tertinggi (HET), antara lain: beras SPHP seharga Rp 12.000/kg, gula pasir Rp 15.000/kg, daging ayam ras beku Rp 34.000/kg, bawang putih Rp 32.000/kg, daging kerbau beku Rp 75.000/kg, dan Minyakita Rp 14.700/liter.

Langkah ini sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto agar pemerintah hadir langsung dalam memastikan ketersediaan dan keterjangkauan pangan bagi masyarakat.

Selain operasi pasar, Kementan juga memperkuat distribusi dan pasokan pangan agar tidak ada kelangkaan di berbagai daerah. Pemerintah akan terus turun ke lapangan untuk memastikan setiap warga mendapatkan akses pangan dengan harga yang stabil.

Dengan berbagai upaya ini, masyarakat diharapkan dapat menjalani Ramadan dengan tenang dan penuh keberkahan, tanpa khawatir akan harga pangan yang melambung tinggi. Pemerintah berkomitmen penuh menjaga stabilitas pangan dan kesejahteraan masyarakat.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini