Sebanyak 119 petani dan pengurus koperasi kelapa sawit dari Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan, mengikuti Pelatihan Teknis Panen dan Pascapanen Kelapa Sawit yang diselenggarakan oleh IPB Training pada 10–14 Juni 2025 di Hotel Emilia, Palembang.
Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi antara Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP), DirektoratJenderal Perkebunan Kementerian Pertanian, dan IPB Training, sebagai bagian dari program pengembangan SDM perkebunan kelapa sawit untuk meningkatkan kapasitas petani dalam pengelolaan kebun secara profesional, produktif, dan berkelanjutan.
Pelatihan ini dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Sumatera Selatan, Ir. Agus Darwa, MSi., yang hadir langsung dan melakukan pembukaan simbolis di hadapan seluruh peserta.
Dalam sambutannya, Agus menekankan pentingnya pelatihan sebagai bentuk edukasi praktis bagi petani yang telah terbiasa bekerja di kebun, sekaligus ajang tukar pengalaman antar sesama.
“Jadikan kegiatan pelatihan ini sebagai wadah untuk mendapatkan keilmuan baru dan ajang bertukar pikiran, karena bapak dan ibu tentu memiliki pengalaman yang berbeda-beda karena berasal dari desa dan kebun yang berbeda pula,” ujarnya.
Agus juga menyoroti bahwa Sumsel saat ini memiliki sekitar 1,3 juta hektare lahan sawit, menempati urutan ketiga terluas di Pulau Sumatera dan kelima secara nasional. Dari lebih dari 1,2 juta petani di provinsi ini, hanya sekitar 2.500 petani yang memperoleh kesempatan mengikuti pelatihan tahun ini.

Oleh karena itu, ia menekankan pentingnya memanfaatkan momen ini secara maksimal.
“Kesempatan ini langka dan tidak semua petani bisa ikut. Maka manfaatkan sebaik mungkin, karena hasil panen yang baik tidak hanya meningkatkan pendapatan, tetapi juga masa depan keluarga petani itu sendiri,” kata Agus.
Dalam sesi sambutan, Direktur IPB Training, Muhammad Sigit Susanto, MM, CPC., menyampaikan bahwa pelatihan ini adalah bagian dari upaya mendorong peningkatan profesionalisme petani sawit rakyat. Ia menyebut kegiatan ini sebagai batch kedua dari IPB Training di Sumatera Selatan tahun ini, dengan sebelumnya telah dilaksanakan pelatihan tentang pemetaan.
“Fokus selama pelatihan ini sangat penting agar para peserta bisa menyerap informasi terbaru dan keterampilan teknis dengan baik. Kami ingin agar panen tidak hanya dilakukan secara efisien, tetapi juga minim kerusakan dan bernilai jual tinggi,” ujar Sigit.
IPB Training menghadirkan enam narasumber, yaitu Dr. Ir. Haryadi, M.S., Ir. Sri Hermawan, Ir. Sofyan Zaman, M.P., Dr. Ir. Supijatno, M.S., Dr. Cecep Ijang Wahyudin, S.P., M.Si., dan Abdul Rosid, Amd., S.E.,yang secara bergantian membawakan materi dan praktik lapangan. Mereka merupakan praktisi dan akademisi di bidang perkebunan sawit yang berpengalaman dalam membina petani rakyat.
Guna meningkatkan efektivitas pembelajaran, peserta dibagi ke dalam empat kelas. Materi pelatihan mencakup: Falsafah dan regulasi panen, kriteria kematangan buah, teknik taksasi produksi, sistem organisasi panen, teknik panen dan pascapanen yang benar, praktik langsung di lapangan. Tidak hanya teori, peserta juga diajak melakukan praktik guna memastikan pemahaman yang utuh terhadap metode kerja yang disampaikan. Harapannya, petani dapat meminimalisir kerusakan tandan buah segar (TBS), menekan potensi kehilangan hasil, dan memastikan buah diterima pabrik dengan kualitas maksimal.
Pelatihan ini sejalan dengan tiga prioritas pembangunan sektor perkebunan yang dicanangkan Dinas Perkebunan Sumsel, yaitu: resiliensi, akselerasi, dan edukasi. Ketiganya diarahkan untuk meningkatkan produktivitas lahan dan daya saing petani sawit rakyat.
Menurut Sigit, tantangan terbesar dari sektor sawit rakyat bukan hanya pada produksi, tetapi juga pada mindset dan kemampuan teknis lapangan. Oleh karena itu, melalui pelatihan ini diharapkan lahir petani-petani yang siap menjadi ujung tombak pembangunan sawit berkelanjutan.
“Empat hari meninggalkan kebun itu tidak mudah, tapi ini adalah investasi. Kalau ilmunya diserap dengan baik, hasil panen bisa meningkat, kualitas buah membaik, dan kesejahteraan petani akan ikut terangkat,” tuturnya.
Kegiatan ini juga mendapat dukungan penuh dari Pusat Pelatihan Pertanian BPPSDMP Kementerian Pertanian, yang diwakili oleh Dr. M. Apuk Ismane. Dalam sambutannya via daring, ia menekankan bahwa kegiatan ini merupakan salah satu solusi konkret atas tantangan produktivitas dan efisiensi perkebunan sawit rakyat.
Dengan pendekatan yang aplikatif dan fasilitator berpengalaman, pelatihan ini diharapkan mampu menjadi langkah nyata dalam penguatan sektor sawit rakyat di Sumsel, khususnya di Kabupaten OKI, sekaligus memberi dampak jangka panjang terhadap keberlanjutan ekonomi petani sawit di masa mendatang.






























