
Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman menyatakan akan menutup langsung kios-kios yang menjual pupuk di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan oleh pemerintah.
Demikian disampaikan Mentan Amran dalam sambutannya di Acara Hari Krida Pertanian (HKP) ke-35, yang digelar di lapangan upacara Kantor Pusat Kementerian Pertanian (Kanpus Kementan), Jakarta, Senin (30/6).
Kementan telah menetapkan HET pupuk subsidi tahun 2025, yaitu pupuk urea Rp 2.250 per kg, pupuk NPK Rp 2.300 per kg, pupuk NPK untuk kakao Rp 3.300 per kg, dan pupuk organik Rp 800 per kg.
“Dalam waktu dekat. Ada pengecer pupuk? Tolong menjadi pengecer pupuk yang baik. Insyaallah minggu ini, yang mark up, minggu ini yang mark up harga pupuk di atas HET, kami tutup,” kata Mentan Amran.
Ketua Umum Keluarga Kerukunan Sulawesi Selatan (KKSS) ini menyampaikan bahwa pihaknya telah mengantongi data sejumlah kios pupuk yang nakal. Informasi ini diperoleh dari laporan para penyuluh di lapangan.
“Tunggu aja minggu ini. Nggak usah cari beking-beking (dukungan). Kami tutup. Kami sudah list seluruh Indonesia. Terima kasih PPL. Aku cinta kamu. I love you full,” ungkap Mentan Amran.
Mentan Amran mengungkapkan, saat ini stok beras Indonesia telah mencapai angka 4,2 juta ton, tertinggi selama 57 tahun. Ia menyebut, lompatan produksi beras ini berkat keberpihakan Presiden Prabowo Subianto terhadap sektor pertanian.
“Ini berkat gagasan besar Bapak Presiden Republik Indonesia. Beliau mempermudah seperti pupuk. Pupuk dulu muter-muter mengular ke 12 menteri baru bisa sampai ke petani. Gubernur 38 harus tanda tangan dan 500 bupati dan walikota seluruh Indonesia harus paraf baru sampai ke petani,” ungkap Mentan Amran.
“Sekarang ini dari Menteri Pertanian, Pupuk Indonesia langsung Gapoktan dan petani. Terima kasih PPL. Semua penyimpangan di lapangan laporkan. Kalau ada harga di atas HET laporkan,” sambungnya.




























