Mentan Amran Pastikan El Nino Tak Ganggu Produksi Padi Nasional

0
Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman
Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman.

Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman, memastikan potensi kekeringan akibat fenomena El Nino tidak akan berdampak signifikan terhadap produktivitas padi nasional. Hal ini disampaikan usai rapat koordinasi dengan para kepala daerah di Kementerian Pertanian (Kementan), Jakarta, Senin (20/4).

Amran menjelaskan, pemerintah telah menyiapkan berbagai langkah mitigasi, mulai dari pompanisasi, optimalisasi irigasi, hingga pemanfaatan embung dan sumber air alami.

“Tanaman yang paling butuh air adalah padi, dan itu bisa kita atasi dengan pompanisasi, irigasi, serta sumber-sumber air yang ada kita optimalkan,” ujarnya 

Sebagai bagian dari upaya tersebut, Kementan telah menyiapkan sekitar 80.000 unit pompa air yang diproyeksikan mampu mengairi lahan hingga 1 juta hektare. Bantuan akan diprioritaskan kepada daerah yang memiliki potensi lahan serta pemerintah daerah yang responsif dalam mendukung program.

Selain itu, pemerintah juga menyalurkan benih padi tahan kekeringan dengan umur tanam lebih pendek. Program ini diharapkan dapat meningkatkan indeks pertanaman (IP) dari satu kali menjadi dua hingga tiga kali tanam per tahun, khususnya di wilayah upland atau lahan tadah hujan.

“Bantuannya sudah jalan, kita anggarkan. Mungkin ya semuanya estimasi Rp 2 triliunan,” ujarnya.

Terkait wilayah rawan kekeringan, Mentan Amran menyebut fokus pemerintah mencakup seluruh daerah upland di Indonesia. Wilayah ini umumnya hanya dapat ditanami satu kali dalam setahun, namun berpotensi ditingkatkan produktivitasnya jika tersedia akses air yang memadai.

Di sisi ketahanan pangan, Mentan Amran optimistis Indonesia memiliki cadangan yang cukup kuat menghadapi El Nino. Ia menyebut stok beras nasional dalam waktu dekat diperkirakan mencapai 5 juta ton, tertinggi sepanjang sejarah Indonesia.

Selain itu, terdapat sekitar 11 juta ton standing crop atau tanaman yang siap panen, serta cadangan lain di sektor perhotelan, rumah tangga, dan restoran sebesar 12,5 juta ton.

“Totalnya bisa 11 bulan. Estimasi El Nino itu hanya 6 bulan. Sedangkan cadangan kita 11 bulan. Artinya lebih dari cukup,” ujarnya.

Mentan Amran juga memastikan pasokan solar untuk sektor pertanian aman. Hal ini didukung kerja sama dengan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) yang telah mengalokasikan kuota khusus bagi petani.

“Solar enggak masalah karena pertanian punya jatah, kami dengan kolaborasi dengan Menteri ESDM. Kita ada jatah solar untuk pertanian,” imbuhnya.

Reporter: Supianto

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini