Wamentan Sudaryono Jamin Cadangan Beras Aman di Tengah Lonjakan Harga

0
Wakil Menteri Pertanian (Wamentan), Sudaryono menyebut stok beras pemerintah aman dan akan digelontorkan 1,3 juta ton melalui program SPHP untuk menekan harga. Dok: Ist

Wakil Menteri Pertanian (Wamentan), Sudaryono memastikan cadangan beras pemerintah aman dan siap digelontorkan melalui program stabilitas pasokan dan harga pangan (SPHP) untuk menekan kenaikan harga beras.

Wamentan Sudaryono menyebutkan, saat ini distribusi harian mencapai sekitar 3.000 ton dan akan terus ditingkatkan hingga 7.000 ton per hari melalui operasi pasar dan berbagai saluran distribusi.

“Sebisa mungkin segera mencapai 7.000 ton setiap hari yang terdistribusi melalui operasi pasar dan banyak saluran,” katanya di Universitas Brawijaya 2025, Kota Malang, Jawa Timur, baru-baru ini.

Untuk mempercepat pendistribusian beras SPHP, pemerintah melibatkan pedagang pasar, ritel modern, BUMN, hingga TNI dan Polri.

“Ini melibatkan semua unsur baik pedagang pasar kemudian retail modern bahkan melibatkan TNI, Polri, dan semua BUMN dan seterusnya. Insyaallah ini aman,” ujar Wamentan Sudaryono.

Wamentan Sudaryono menjelaskan bahwa periode saat ini adalah masa standing crop. Pada masa ini, tidak terdapat panen maupun penanaman baru. Untuk itu, stok hasil panen raya sebelumnya dimanfaatkan secara optimal guna menjaga pasokan. 

Ia mengemukakan bahwa pemerintah  menargetkan hingga akhir Desember 2025 dapat menggelontorkan 1,3 juta ton beras SPHP dengan harga eceran tertinggi (HET) Rp 12.500 per kilogram.

“Intinya beras SPHP itu dari gudang Bulog harganya Rp11.000 kemudian oleh pedagang dijual maksimal Rp12.500 HET-nya. Yang jelas saya pastikan dengan situasi ini, cadangan pangan kita cukup,” tegasnya.

Wamentan Sudaryono juga meluruskan terkait isu impor pangan. Ia menegaskan bahwa kebijakan impor hanya dilakukan untuk komoditas yang belum bisa diproduksi optimal di dalam negeri, seperti gandum dan kedelai.

“Semangat kita adalah mengurangi volume impor dari tahun ke tahun sambil meningkatkan produksi domestik. Saat ini kita sudah tidak mengimpor beras, jagung, gula konsumsi, dan garam konsumsi. Nanti tahun depan, selain impornya dikurangi, kita mesti tingkatkan ekspor produk-produk seperti perkebunan,” terangnya. 

Dengan langkah-langkah tersebut, Wamentan Sudaryono optimistis harga pangan pokok, khususnya beras, dapat dikendalikan, sementara keberlanjutan produksi dalam negeri terus ditingkatkan sebagai bagian dari upaya memperkuat kemandirian pangan nasional.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini