Sawit Masih Penopang Ekonomi Nasional

0
Direktur Tanaman Kelapa Sawit dan Aneka Palma Direktorat Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian, Baginda Siagian. Dok: Majalah Hortus

Direktur Tanaman Kelapa Sawit dan Aneka Palma Direktorat Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian (Kementan), Baginda Siagian menegaskan, industri sawit masih menjadi sektor strategis yang menopang perekonomian nasional. 

Berdasarkan SK Mentan Nomor 833/Kpts/SR.020/M/2019, Indonesia memiliki luas areal sawit mencapai 16,38 juta hektare dengan produksi sekitar 47 juta ton, menjadikan Indonesia sebagai produsen sawit terbesar di dunia.

Baginda menyebutkan, kontribusi sawit tidak hanya datang dari sisi produksi, tetapi juga ekspor dan penyerapan tenaga kerja. Pada 2023, nilai ekspor sawit mencapai US$ 24 miliar dengan volume 27,5 juta ton. Industri ini juga menyumbang sekitar 3,5 persen terhadap Produk Domestik Bruto nasional.

Baca Juga: Apkasindo Bantah Tuduhan Sawit Penyebab Banjir Bandang di Sumatera

Sektor sawit, lanjut Baginda, merupakan industri padat karya yang menjadi sumber penghidupan jutaan masyarakat. Saat ini terdapat 9,7 juta tenaga kerja langsung dan 7–8 juta tenaga kerja tidak langsung yang bergantung pada industri tersebut.

“Sawit ini menjadi komoditas ekspor yang besar terhadap perekonomian nasional, terutama yang satu ini terhadap lapangan kerja,” ujar Baginda dalam diskusi media baru-baru ini.

Selain peran ekonomi, sambung Baginda, sawit juga mendukung ketahanan pangan dan energi nasional. Sekitar 11 juta ton minyak sawit diolah menjadi minyak goreng dan produk pangan domestik. 

Sementara pada sektor energi, implementasi B40 pada 2025 akan membutuhkan 13,8 juta kiloliter minyak sawit mentah (CPO) atau setara 14,57 juta ton metil ester.

“Untuk ketahanan energi ya kita tahu bahwa B40 sudah berlangsung sampai tahun 2025 ini. Tahun depan direncanakan akan meningkatkan lagi menjadi B50,” kata dia.

Baca Juga: Prabowo Sebut Indonesia Diberi Karunia Sawit

Baginda juga memaparkan, sebaran tutupan kelapa sawit di Indonesia masih terkonsentrasi pada empat provinsi utama, yakni Riau, Sumatera Utara, Kalimantan Barat, dan Kalimantan Tengah.

Keempat daerah ini menguasai sekitar 52 persen dari total luas lahan sawit nasional sebagaimana tercatat dalam Keputusan Menteri Pertanian Nomor 833/Kpts/SR.020/M/2019.

Data dalam peta tersebut menunjukkan, Riau menjadi provinsi dengan tutupan sawit terbesar mencapai 3,38 juta hektare, disusul Sumatera Utara seluas 2,79 juta hektare. Di Kalimantan, Kalbar memiliki luas 1,80 juta hektare, sementara Kalteng berada pada kisaran 1,77 juta hektare.

Sebaran perkebunan sawit juga tampak kuat di wilayah Sumatera lainnya seperti Sumsel (1,46 juta ha), Jambi (1,13 juta ha), serta sejumlah provinsi di Kalimantan seperti Kaltim (1,28 juta ha) dan Kalsel (549 ribu ha).

Di luar dua pulau tersebut, luasannya jauh lebih kecil, terutama di kawasan Indonesia Timur. Papua, misalnya, memiliki tutupan sawit 110 ribu hektare, sedangkan Maluku Utara dan Gorontalo berada di bawah 15 ribu hektare.

Reporter: Supianto

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini