Direktorat Jenderal Perkebunan, Kementerian Pertanian (Kementan), menyebutkan bahwa Indonesia merupakan salah satu produsen karet terbesar di dunia. Komoditas ini tersebar luas di berbagai wilayah, namun ada 10 provinsi yang tercatat sebagai sentra utama penghasil karet nasional.
Dalam unggahan e-flyer yang dibagikan melalui akun Instagram resmi Ditjen Perkebunan, Jakarta, Sabtu (22/7), disebutkan bahwa karet memiliki peran strategis dalam mendukung perekonomian rakyat.
“Komoditas karet menjadi tulang punggung perekonomian rakyat di berbagai daerah. Dengan peningkatan produktivitas dan keberlanjutan, karet Indonesia semakin kompetitif di pasar global,” tulis keterangan dalam unggahan tersebut.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) 2023 yang dicantumkan dalam e-flyer tersebut, Provinsi Sumatera Selatan tercatat sebagai daerah dengan areal karet terluas sekaligus produsen terbesar secara nasional.
“Pengembangan dilakukan di 25 provinsi, terbesar adalah Provinsi Sumatera Selatan dengan areal seluas 773.344 hektare dan produksi sebesar 639.303 ton karet kering,” sambung unggahan tersebut.
Sementara itu, berikut sembilan provinsi lain yang juga menjadi sentra utama karet nasional:
Jambi: 375.747 hektare, 234.047 ton
Sumatera Utara: 343.271 hektare, 269.201 ton
Kalimantan Barat: 302.699 hektare, 165.648 ton
Kalimantan Tengah: 274.044 hektare, 115.294 ton
Riau: 225.337 hektare, 189.590 ton
Kalimantan Selatan: 182.213 hektare, 132.766 ton
Lampung: 144.373 hektare, 88.924 ton
Sumatera Barat: 114.450 hektare, 108.415 ton
Bengkulu: 89.488 hektare, 71.571 ton
Data tersebut menegaskan pentingnya peran sektor perkebunan, khususnya karet, dalam mendukung perekonomian daerah dan nasional.






























