Sawit Indonesia Masih Jadi Penopang Ekonomi

0
Pabrik pengolahan kelapa sawit. Dok: PT. Perkebunan Nusantara III (Persero)

Industri kelapa sawit memainkan peran penting dalam perekonomian Indonesia, tidak hanya sebagai penyumbang devisa negara, tetapi juga sebagai sumber penghidupan bagi lebih dari 16,2 juta kepala keluarga.

Wakil Ketua Umum Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI), Susanto, menegaskan, meskipun menghadapi tantangan global, sektor sawit tetap menjadi andalan ekspor nasional.

“Kontribusi ini tidak bisa dipandang sebelah mata,” kata Susanto dalam Bisnis Forum Kemitraan Sawit 2025 yang digelar Aspek-Pir, Palembang, Selasa (23/9).

Meski sempat mencetak rekor ekspor tertinggi sepanjang sejarah pada 2022 sebesar USD 39,28 miliar, nilai ekspor turun menjadi USD 27,76 miliar pada 2024 akibat tantangan global dan dinamika pasar internasional. Namun, sektor ini tetap menunjukkan kontribusi signifikan bagi perekonomian.

Susanto menyoroti kabar baik dari sektor hulu. Harga Tandan Buah Segar (TBS) plasma di Palembang tercatat lebih tinggi dibanding tahun sebelumnya, meningkatkan pendapatan petani plasma yang menjadi bagian penting dari rantai pasok sawit nasional.

Kolaborasi antara perusahaan inti dan perkebunan plasma dinilai kunci kesuksesan industri. Sinergi ini diharapkan terus diperkuat agar industri sawit tetap berdaya saing, berkelanjutan, dan mampu menjawab tantangan masa depan.

Meski kinerja industri solid, GAPKI mengingatkan adanya tantangan stagnasi produksi dalam lima tahun terakhir. Kebutuhan sawit untuk pangan, energi, dan industri terus meningkat, sehingga percepatan program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) menjadi krusial.

Untuk mendukung peningkatan produksi, GAPKI bersama Kementerian Pertanian (Kementan) dan Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) telah mendatangkan Sumber Daya Genetik (SDG) sawit terbaru serta serangga penyerbuk dari Tanzania.

Saat ini, inovasi tersebut tengah melalui proses aklimatisasi dan pengujian di PT Socfin Indonesia dan PPKS Medan, sebelum diterapkan lebih luas di lapangan.

“Program PSR dan inovasi hulu ini penting agar produksi sawit meningkat, petani sejahtera, dan Indonesia tetap menjadi pemain utama di pasar global,” tutup Susanto. 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini