GAPKI bersama Kementan, Kerahkan Bantuan Besar untuk Korban Siklon Tropis

0

Lalu-lalang truk bantuan memenuhi halaman Kementerian Pertanian pagi ini. Di bawah langit yang masih menyisakan jejak hujan, ratusan armada dilepas menuju Sumatera, membawa kiriman logistik bagi warga yang terdampak badai siklon tropis.

Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) menjadi salah satu penyumbang terbesar dalam gerakan yang bertajuk GAPKI Peduli itu, menjadikan aksi kemanusiaan ini salah satu yang paling masif dalam beberapa tahun terakhir.

Dua ratus tujuh truk bergerak beriringan setelah Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengumumkan hasil penggalangan dana kilat yang hanya memakan waktu satu jam. “Solidaritas bukanlah seremoni, melainkan panggilan moral bangsa,” ujar Amran dalam arahannya.

Jumlah yang terkumpul mencapai Rp75,85 miliar, sebagian besar dalam bentuk kebutuhan pokok yang segera dikirim ke tiga provinsi: Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

Bencana yang melatari mobilisasi besar ini bermula dari siklon tropis yang bertahan lebih lama dari perkiraan. Curah hujan lebat memukul sejumlah wilayah pesisir Sumatera, memicu banjir, longsor, dan pemutusan akses antarwilayah. Ribuan warga terpaksa mengungsi, sementara pasokan logistik mulai menipis sejak akhir pekan lalu.

Di antara truk yang berangkat, dua unit kendaraan memuat bantuan dari GAPKI berupa makanan dan minuman siap konsumsi. Dari halaman Kementan, rombongan bergerak ke Pelabuhan Tanjung Priok sebelum memulai perjalanan panjang menuju titik-titik pengungsian.

Sekretaris Jenderal GAPKI, M. Hadi Sugeng, yang turut mendampingi Amran saat melepas armada, mengatakan kiriman kali ini hanyalah langkah awal. “Semoga bantuan yang GAPKI kirimkan turut meringankan duka saudara-saudara kita yang menjadi korban bencana,” ujarnya.

Hadi menyebut pengurus pusat telah menginstruksikan seluruh cabang GAPKI untuk menggelar aksi serupa. Di Sumatera, beberapa cabang disebut sudah bergerak sejak hari pertama bencana: mendata korban, mendirikan posko dan tenda darurat, hingga menerjunkan tim lapangan untuk distribusi bantuan.

Gerak cepat itu menjadi gambaran bagaimana jaringan industri sawit merespons tekanan cuaca ekstrem yang semakin sering menghantam kawasan sentra produksi. Dari ratusan truk yang hari ini melaju keluar dari Jakarta, mengalir harapan untuk mengurangi beban warga yang masih berjibaku di tengah genangan dan reruntuhan.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini