Bulog Beberkan Proyeksi Untung Rp 2,4 Triliun Jika Margin 7 Persen Disetujui

0
Direktur Keuangan Perum Bulog, Hendra Susanto
Direktur Keuangan Perum Bulog, Hendra Susanto, pada acara Olahraga dan Diskusi Interaktif Bersama Direksi Perum Bulog di Kawasan Bisnis Perum Bulog d’GAT55, Jakarta Selatan, Jumat (23/1).

Perum Bulog memproyeksikan akan membukukan keuntungan sekitar Rp 2,4 triliun apabila pemerintah menyetujui pemberian margin penugasan sebesar 7 persen.

Proyeksi tersebut disampaikan Direktur Keuangan Perum Bulog, Hendra Susanto, pada acara Olahraga dan Diskusi Interaktif Bersama Direksi Perum Bulog di Kawasan Bisnis Perum Bulog d’GAT55, Jakarta Selatan, Jumat (23/1).

Namun demikian, Bulog saat ini masih mencatatkan potensi kerugian sementara sebesar Rp550 miliar. Kerugian tersebut terjadi karena margin penugasan yang masih berada di kisaran Rp50.

Informasi mengenai potensi kerugian tersebut sebelumnya telah disampaikan dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) antara Perum Bulog dan Komisi VI DPR RI beberapa waktu lalu.

“Kemarin memang waktu RDP kita ditanya, kita kan nggak bisa tutup-tutupin yang kerugian R550 miliar. Itu baru angka sementara karena marginnya masih Rp 50,” kata dia.

Namun, sambung dia, apabila pemerintah menyetujui pemberian margin penugasan sebesar 7 persen, kondisi keuangan Bulog diperkirakan akan berbalik positif.

Dengan margin tersebut, Bulog diproyeksikan mampu membukukan keuntungan sekitar Rp 2,4 triliun hingga Rp 2,5 triliun.

“Kalau nanti disetujui pemerintah, Bulog diberikan margin 7 persen maka bulog akan membukukan keuntungan Rp 2,4 sampai Rp 2,5 triliun. Jadi akan sangat sehat bagi bulog,” kata dia.

Hendra menegaskan, pada prinsipnya setiap penugasan yang diberikan pemerintah harus mencakup dua komponen utama, yakni biaya dan margin.

Ketentuan tersebut telah diatur dalam Instruksi Presiden Nomor 6 Tahun 2025 untuk penugasan tahun 2025, khususnya Pasal 19 huruf H, yang menyebutkan Bulog berhak memperoleh kompensasi dan margin yang wajar.

Dia menyebutkan, besaran margin wajar tersebut telah dihitung Bulog dengan melibatkan pendapat ahli dari Universitas Gadjah Mada (UGM). Hasil perhitungan menunjukkan margin rata-rata berada di kisaran 7 persen, sejalan dengan margin yang diterima entitas penerima subsidi pemerintah lainnya.

“Yang wajarnya setelah kita hitung, setelah kita minta pendapat dari ahli UGM itu average antara 7 persenan. Itu sama dengan penerima subsidi yang lain. Nah ini makanya kita usulkan,” kata dia.

Hendra berharap dukungan dari berbagai pihak, termasuk media, agar kebijakan margin tersebut dapat segera ditetapkan.

Menurut dia, dukungan margin yang memadai menjadi kunci agar Bulog tetap mampu menyerap dan menyalurkan pangan dalam skala besar guna menjaga swasembada pangan nasional.

“Mudah-mudahan dalam waktu yang tidak terlalu lama peraturan itu sudah bisa ditetapkan, sehingga Bulog bisa memberikan manfaat yang lebih besar pada negara, thats it,” pungkas dia.

Reporter: Supianto

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini