
Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim) mengembangkan pabrik Soda Ash untuk menekan ketergantungan impor nasional yang masih mencapai sekitar 1 juta ton per tahun.
VP Pengembangan Bisnis Pupuk Kaltim, Astri Agustina, menjelaskan proyek ini merupakan bagian dari hilirisasi amoniak dengan potensi peningkatan nilai tambah hingga 105.000 ton per tahun.
“Pembangunan pabrik Soda Ash ini untuk mengurangi ketergantungan impor, yang hingga 2025 masih sekitar 1 juta ton per tahun, sekaligus bagian dari hilirisasi amoniak,” kata Astri dalam konferensi pers Kinerja Operasional Pupuk Kaltim Kuartal I 2026, Jakarta, Rabu (29/4).
Selain itu, proyek ini juga mendukung program dekarbonisasi perusahaan melalui pemanfaatan ekses CO₂ dari pabrik eksisting hingga 174.000 ton per tahun yang digunakan sebagai bahan baku produksi.
Pabrik yang berlokasi di Kawasan Industri Kaltim Industrial Estate (KIE) Bontang tersebut tidak hanya menghasilkan Soda Ash, tetapi juga Amonium Klorida.
Amonium klorida tersebut dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku pupuk sumber nitrogen, digunakan sebagai pupuk langsung (direct fertilizer), serta sebagai substitusi nitrogen dalam campuran bahan baku NPK.
Proyek ini ditargetkan meningkatkan pendapatan melalui penjualan Soda Ash dan Amonium Klorida. Kapasitas masing-masing produk mencapai 300.000 ton per tahun dengan teknologi Hou process.
Dari sisi dampak, proyek ini memberikan multiplier effect berupa potensi penerimaan negara melalui pajak penghasilan (PPh), peningkatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN).
“Kemudian juga ada penghematan potensi devisa negara melalui substitusi impor Soda Ash dan juga amonium klorida,” sambungnya.
Dari aspek sosial, proyek ini juga membuka lapangan kerja, dengan kebutuhan tenaga kerja saat peak konstruksi mencapai sekitar 800 orang dan sekitar 100 orang pada fase operasional, di luar tenaga kerja pendukung (supporting).
Secara bisnis, proyek ini juga memperkuat ekosistem perusahaan melalui penambahan portofolio produk, perluasan pasar baru, serta pemanfaatan garam industri hingga 350.000 ton per tahun.
Selain itu, Pupuk Kaltim melakukan revamping pabrik amoniak 2 yang telah berusia hampir 40 tahun untuk meningkatkan efisiensi dan menekan konsumsi energi hingga 4 MMBtu per ton.
“Pabrik revamping amoniak pabrik 2 ini sendiri umurnya sudah hampir 40 tahun. Jadi efisiensinya sudah menurun sehingga perlu dilakukan upaya-upaya salah satunya yaitu revamping,” jelas Astri
Astrit menambahkan, penghematan energi tersebut akan menurunkan emisi CO₂ sekitar 110.000 ton per tahun berdasarkan perhitungan penghematan gas alam.
“Kemudian yang paling penting adalah terkait dengan competitiveness produk dengan adanya penurunan 4 MMBtu per ton ini bisa meningkatkan competitiveness produk,” ujarnya.
Saat ini, proyek telah selesai dan memasuki tahap pengujian atau tuning mode operasi untuk memastikan unit produksi berjalan sesuai parameter desain yang ditetapkan.
Progres sampai dengan saat ini, proyek sudah selesai dilakukan dan saat ini dalam tahap pengujian atau tuning mode operasi untuk memastikan bahwa unit produksi tersebut sesuai dengan parameter desain yang telah ditentukan.




























