
Abdul Kadir Karding resmi menjabat Kepala Badan Karantina Indonesia (Barantin) usai serah terima jabatan (sertijab) dengan Sahat Manaor Panggabean di Auditorium Tagor Sutan Harahap BUTTMKHIT, Bekasi, Jawa Barat, Rabu (29/4).
Sertijab ini digelar setelah Presiden Prabowo Subianto melantik Karding sebagai Kepala Barantin di Istana Kepresidenan, Jakarta pada Senin (27/4).
Dalam sambutannya, Karding menegaskan amanah yang diterimanya bukan tugas ringan. Ia menyebut Barantin memegang peran strategis sebagai garda terdepan dalam menjaga pintu masuk Indonesia dari ancaman hama dan penyakit hewan, ikan, serta tumbuhan.
“Saya menyadari bahwa amanah dari Presiden kepada saya untuk memimpin Badan Karantina Indonesia merupakan tanggung jawab yang besar dan tidak ringan. Amanah ini adalah tanggung jawab menjaga gerbang Indonesia dari masuknya hama penyakit hewan, ikan, dan tumbuhan,” ujarnya.
Meski demikian, Karding menekankan penguatan pengawasan karantina tidak boleh menghambat arus perdagangan. Ia mengingatkan pentingnya menjaga keseimbangan antara perlindungan hayati dan kelancaran ekonomi.
“Kita memang harus ketat dalam pengawasan hama penyakit tetapi jangan dibuat lama, sehingga dapat mengganggu perekonomian kita. Ini perintah Presiden Prabowo Subianto untuk mengakselerasi,” katanya.
Ia menambahkan, dalam waktu dekat akan memperkuat sinergi dengan berbagai kementerian dan lembaga, seperti Kementerian Kelautan dan Perikanan, Imigrasi dan Pemasyarakatan, Badan Halal, serta Bea Cukai.
Karding juga mengajak seluruh jajaran Barantin untuk menjaga integritas dan meningkatkan profesionalisme dalam menjalankan tugas. Menurutnya, budaya kerja yang efisien dan inovatif menjadi kunci dalam menghadapi tantangan ke depan.
“Saya mengajak seluruh jajaran untuk bersama-sama menjaga integritas, bekerja profesional, efisien, dan mewujudkan budaya kerja yang baik,” ujar Karding.
Untuk memperkuat kelembagaan, Karding menyiapkan program jangka pendek berupa penguatan tata kelola, komunikasi, kemudahan layanan, dan diplomasi proaktif.
Sementara dalam jangka menengah, politikus kelahiran Donggala, Sulawesi Tengah, menargetkan peningkatan kepercayaan global agar Indonesia dapat duduk setara di tingkat internasional.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Kepala Barantin periode sebelumnya, Sahat Manaor Panggabean, atas dedikasi, pengabdian, dan kontribusi yang telah diberikan. Banyak capaian dan kemajuan yang telah diraih selama memimpin.
“Selama kepemimpinan beliau, Barantin berhasil meraih beberapa capaian dan kemajuan. Ini menjadi fondasi yang kuat bagi kami untuk melanjutkan dan mengembangkan program serta kebijakan yang telah berjalan dengan baik,” ujarnya.
Karding mengajak seluruh pemangku kepentingan, mulai dari kementerian/lembaga, pemerintah daerah, asosiasi pelaku usaha, hingga masyarakat, untuk terus bersinergi menjaga Indonesia dari ancaman hama penyakit serta mendorong ekspor komoditas unggulan.
“Melalui semangat kebersamaan dan komitmen kuat, saya yakin Badan Karantina Indonesia akan semakin Kompeten, Unggul, Amanah, dan Tangguh (KUAT). Mohon dukungan dan kerja sama dari seluruh jajaran agar amanah ini dapat saya jalankan dengan sebaik-baiknya,” pungkasnya.
Layanan Berjalan Normal
Sekretaris Utama Barantin, Shahandra Hanitiyo, mengatakan pergantian kepemimpinan merupakan hal wajar dalam dinamika organisasi pemerintahan. Ia memastikan seluruh layanan karantina tetap berjalan normal dan tidak terganggu selama masa transisi.
“Barantin memastikan seluruh layanan karantina kepada masyarakat, eksportir, importir, dan pelaku usaha tetap berjalan normal, profesional, dan tidak terganggu selama masa transisi,” ujarnya.
Ia berharap pemimpin berikutnya dapat melanjutkan dan mempercepat program-program unggulan Barantin. Fokus utama ke depan antara lain penguatan digitalisasi, perluasan laboratorium rujukan internasional, pengetatan pengawasan di perbatasan negara, serta pendampingan ekspor produk pertanian dan perikanan Indonesia ke pasar global.
“Seluruh jajaran pegawai Barantin di pusat dan unit pelaksana teknis (UPT) di seluruh Indonesia menyatakan siap mendukung penuh kepemimpinan Abdul Kadir Karding. Konsolidasi internal akan segera dilakukan untuk memastikan akselerasi program kerja 100 hari dan kesinambungan pelayanan publik,” imbuh Shahandra.





























