Mentan Amran Sebut Koperasi Merah Putih Pangkas Rantai Mafia Pangan

0
Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes) Merah Putih
Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes) Merah Putih. Dok: Ist

Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman menyebut Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) menjadi solusi permanen untuk memangkas rantai pasok pangan yang panjang dan selama ini membuka ruang permainan mafia serta tengkulak.

Mentan Amran menjelaskan, rantai pasok komoditas pangan selama ini terlalu panjang, yakni dari pedagang pengumpul, distributor, subdistributor, grosir hingga ritel sebelum sampai ke konsumen.

“Solusi permanen adalah koperasi (KDKMP) karena rantai pasoknya panjang. Inilah yang membuat harga kadang turun di tingkat petani, tetapi tinggi di tingkat konsumen,” kata Mentan Amran dalam konferensi pers di Kalibata 10, Jakarta Selatan, Selasa (19/5).

Tokoh dari Sulawesi Selatan itu mengatakan, kehadiran KDKMP memangkas rantai distribusi pangan dari delapan jalur menjadi tiga jalur, yakni petani, koperasi, lalu konsumen.

Menurutnya, pemangkasan rantai pasok tersebut akan membuat distribusi pangan lebih efisien karena keuntungan yang sebelumnya dinikmati para perantara dapat dialihkan kepada petani dan masyarakat.

Mentan Amran menyebut nilai rantai pasok sembilan bahan pokok selama ini mencapai Rp 313 triliun. Namun, apabila koperasi hanya mengambil keuntungan sekitar Rp50 triliun, maka sisanya dapat menjadi manfaat ekonomi bagi petani.

“Untungnya koperasi berarti 263 triliun kan? Menguntungkan petani, meningkatkan kesejahteraan petani seperti yang tadi kita lihat kemudian daya beli konsumen naik, benar nggak? Berarti bagus koperasi? Jangan ragu dong bilang bagus bagus,” ujarnya.

Lebih lanjut, Mentan Amran menjelaskan bahwa KDKMP juga akan terintegrasi dengan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai offtaker utama berbagai komoditas pertanian.

“Koperasi menyuplai ke MBG. MBG ini jangan lihat berdiri sendiri ini adalah offtaker 160 juta petani sayur-sayuran tomat perkebunan kopi kakao ini beras kelapa ini menyuplai ke MBG,” katanya.

Ia menegaskan, seluruh ekosistem pangan tersebut dirancang untuk saling terhubung agar penyerapan hasil pertanian lebih pasti dan berkelanjutan. Pemerintah juga, kata dia, akan memperbaiki sistem yang tidak efisien serta menindak tegas setiap praktik korupsi di sektor pangan.

“Jadi itu ekosistemnya kita bangun. Toh ada yang salah ya kita perbaiki ada korupsi kita tindak. Tindak tegas,” imbuhnya.

Reporter: Supianto

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini