
Kabar baik untuk para petani di seluruh Indonesia. Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyetujui penambahan kuantum pupuk dari 4,7 juta ton menjadi 9,5 juta ton pada anggaran 2024.
Demikian disampaikan Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman usai melakukan rapat pimpinan (Rapim) di Kantor Kementerian Pertanian (Kanpus Kementan), Jakarta, Selasa (27/2).
“Kami membawa kabar gembira untuk petani di seluruh Indonesia, alhamudillah pupuk yang awalnya dianggarkan 4,7 juta ton naik menjadi 9,5 juta ton. Artinya naik dua kali lipat,” kata Mentan Amran.
Mentan Amran bilang, penambahan ini diputuskan dalam ratas dengan Presiden Jokowi yang dihadiri Menteri BUMN, Menteri Perekonomian, Menteri Pertahanan, Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas), Kementerian Keuangan (Kemenkeu), dan Direktur Utama Bulog di Istana Merdeka Jakarta, Senin (26/2)
“Beliau (Jokowi) putuskan pupuk 4,7 juta ton dinaikkan kuantumnya 9,5 juta ton. Oleh karena itu, kami harap seluruh petani di seluruh Indonesia segera tanam,” kata Menteri kelahiran 27 April 1968.
Kemudian, lanjut Mentan Amran, untuk mengantisipasi dampak El Nino, pihaknya akan memasifkan pompanisasi di sungai-sungai besar di pulau Jawa dan sentra lainnya untuk dialirkan ke persawahan.
“Ada kabar baik dari Menteri PUPR melalui Pak Dirjen ada bendungan yang akan dibangun, yang mampu mengairi 200 ribu hektare lahan persawahan,” kata dia.
Di samping itu, lanjut Mentan Amran, Kementan juga akan memanfaatkan teknologi sumur dalam dan sumur dangkal buatan Universitas Pertahanan (Unhan) untuk mengairi lahan sawah yang kering.
“Ini sudah diuji di Gungun Kidul dan berhasil mengairi 1.000 hektare dengan biaya Rp 14 miliar. Kita akan memanfaatkan di lahan kering,” kata dia.
Sementara untuk optimalisasi lahan, kata Mentan Amran, pihaknya juga bekerja sama dengan Tentara Negara Indonesia (TNI). “Gerakan harus ini cepat karena ada El Nino yang bisa menurunkan luas tanam 20-30 persen,” kata dia.
Mentan Amran memperkirakan akan ada penambahan ketersediaan beras yang dihitung dari hasil produksi panen raya Desember 2023 hingga Januari 2024. Jumlahnya cukup besar yakni sebanyak 3,5 juta ton sehingga beras pada bulan Maret, April dan Mei 2024 masih dalam kondisi cukup.
“Produksi kita untuk Maret, April, Mei Insyaallah aman. Kenapa? sekarang sudah banyak sudah mulai panen. Hanya saja kita harus persiapkan lagi untuk Juni, Juli, Agustus September, Oktober. Kita siapakan sekarang,” imbuh dia.
Hadir pada Rapim ini, Rektor Unhan RI, Letnan Jenderal TNI Jonni Mahroza, Direktur Jenderal Sumber Daya Air, Kemen PUPR, Bob Arthur Lombogia, Sestama BNPB, Rustian, dan Deputi Bidang Koordinasi Peningkatan Kesejahteraan Sosial, Kemenko PMK, R. Nunung Nuryantono.





























