
Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menyatakan akan memperkuat peran BUMN Pangan dalam mendukung pengembangan bawang putih. Penguatan peran tersebut dilakukan untuk memberikan kepastian usaha bagi petani sekaligus mendorong peningkatan produksi nasional.
Demikian disampaikan Mentan Amran dalam pertemuan bersama petani penangkar, PTPN, ID Food, Bulog dan pemangku kepentingan lainnya di Kantor Pusat Kementerian Pertanian (Kementan), Jakarta, Rabu (17/6).
Mentan Amran mengatakan Presiden Prabowo Subianto menginginkan Indonesia mampu memenuhi kebutuhan bawang putih secara mandiri. Karena itu, pemerintah membangun ekosistem bawang putih secara menyeluruh, mulai dari penyediaan benih hingga pemasaran dan konsumsi.
“Dulu pendekatannya parsial sehingga tidak jalan. Sekarang kita kawal bersama, tiga tahun insyaallah bisa swasembada,” kata Mentan Amran
Ia menambahkan, penguatan perbenihan menjadi fokus utama untuk mendorong peningkatan produksi bawang putih nasional. Benih yang dihasilkan petani, swasta, dan PTPN III akan diserap oleh ID Food dan Bulog untuk kemudian didistribusikan kembali guna memperluas areal tanam.
“Silakan menjadi penangkar, kemudian jual ke ID Food, Bulog. Ekosistem ini harus berjalan dari benih sampai konsumsi. Gudang dan penyerapan akan kita siapkan bersama Bulog dan ID Food,” ujarnya.
Di sisi lain, Mentan Amran mengatakan, pemerintah juga menyiapkan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) dan Harga Eceran Tertinggi (HET) bawang putih basah untuk memberikan kepastian usaha bagi petani.
“Kita support petani. HPP bawang putih basah disiapkan supaya petani tidak rugi. Pemerintah hadir sebagai trigger untuk menggerakkan produksi bawang putih nasional. Swasta, kami kawal. Dan impor kita tekan kerannya,” tegasnya.
Kementan juga akan membantu alat mesin pertanian seperti kultivator dalam bentuk pinjaman yang dapat dikelola secara bergilir antarkelompok tani. Dengan sistem tersebut, bantuan pemerintah diharapkan dapat dimanfaatkan lebih luas dan berkelanjutan.
Sementara itu, petani penangkar bawang putih asal Tawangmangu, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, Bedjo Supriyanto, menyambut baik komitmen pemerintah membangun ekosistem bawang putih nasional.
Menurutnya, selama lebih dari dua dekade menekuni usaha bawang putih, baru kali ini ia mendapatkan perhatian yang kuat dan menyeluruh.
“Alhamdulillah, ini menjadi momentum yang sangat ditunggu petani bawang putih. Selama lebih dari 20 tahun kami bertani, baru sekarang bawang putih mendapat panggung. Dengan adanya kepastian harga, pembeli, dan dukungan dari hulu sampai hilir, petani akan lebih semangat meningkatkan produksi,” kata Bedjo.
Ia optimistis sinergi antara petani, pemerintah dan konsumen akan menjadi fondasi penting untuk mewujudkan kemandirian bawang putih nasional. Menurutnya, dengan dukungan yang konsisten, Indonesia dapat secara bertahap mengurangi ketergantungan terhadap impor dan memenuhi kebutuhan dalam negeri dari produksi petani sendiri.
“Kami punya cita-cita agar petani bawang putih Indonesia bisa berdiri di kaki sendiri. Memang membutuhkan proses, tetapi dengan momentum ini kami optimistis suatu saat kebutuhan bawang putih nasional dapat dipenuhi sepenuhnya dari produksi dalam negeri,” tutupnya.




























