
Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman menyanggupi target Presiden Prabowo Subianto untuk mewujudkan swasembada bawang putih dalam tiga tahun. Dia optimistis target tersebut dapat tercapai meski pengembangan komoditas ini memiliki sejumlah tantangan.
Mentan Amran mengungkapkan, pengembangan bawang putih memiliki tantangan tersendiri. Berbeda dengan padi yang bisa langsung ditanam setelah panen, benih bawang putih harus melalui masa dorman sekitar delapan bulan sebelum dapat ditanam kembali.
“Swasembada bawang putih tiga tahun, doakan. Karena bawang putih itu tantangannya, harus dorman delapan bulan. Tidak seperti padi, jagung, bibitnya ini harus disimpan delapan bulan baru nanti bisa ditanam,” ujarnya dalam konferensi pers di kediamannya, Jakarta Selatan, Jumat (14/8).
Selain itu, bawang putih membutuhkan daerah dengan ketinggian tertentu agar dapat tumbuh optimal. Dia mencatat sejumlah wilayah yang cocok untuk pengembangan tanaman siung ini, di antaranya Sembalun di Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB); Kabupaten Humbang Hasundutan, Sumatera Utara; serta sejumlah wilayah di Jawa Tengah.
“Daerah ketinggian makanya kami pilih Sembalun. Tanggal 19 kita tanam bersama Kapolri seluruh Indonesia. Kemudian pilih Sumatera, Kabupaten Humbang Hasundutan, ini dengan Jawa Tengah kita jadikan sentra karena ketinggian dari permukaan laut itu 1.000 sampai 1.200. Itu paling bagus,” katanya.
Menurut Mentan Amran kebutuhan untuk mencapai swasembada bawang putih berada di kisaran 100 ribu ton. Dia menilai target bawang putih tersebut masih berada dalam skala yang dapat dikejar.
“Jadi gini, yang 7 juta (hektare sawah untuk beras) saja bisa kita kawal (swasembada) oleh Bapak Presiden, 7,4 juta beras sawah hektare, apa lagi cuma 50-100 juta (hektare untuk bawang putih). Kita berdoa, enggak boleh takabur,” kata Mentan Amran.
Mentan Amran mengingatkan, pemerintah sebelumnya menargetkan Indonesia swasembada beras dalam empat tahun, tetapi realisasinya tercapai dalam satu tahun.
“Saya tidak pernah janji bahwa swasembada (beras) satu tahun. (Kemarin saya target swasembada beras) empat tahun kan, tapi Allah kasih satu tahun, jadi jangan takabur,” ujarnya.
Karena itu, Mentan Amran yang juga menjabat sebagai Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) sangat optimistis target tersebut bisa tercapai. Meski begitu, dia mengatakan semua tetap harus diserahkan kepada Allah.
“Sebenarnya maaf, ya, optimistis tapi kita tidak tahu Allah saja nyawaku saja milik Allah kita tidak tahu ke depan ya kalau nanti,” imbuhnya.
Sebelumnya, dalam pidatonya pada Sidang Tahunan MPR dan Sidang Bersama DPR-DPD, Jumat (14/8), Presiden Prabowo mengatakan Indonesia telah mencapai swasembada pada delapan komoditas pangan, yakni beras, gula, cabai besar, daging ayam, cabai rawit, telur, jagung, dan bawang merah.
Namun, masih ada sejumlah komoditas yang belum mencapai swasembada, salah satunya bawang putih. Prabowo mengatakan Indonesia menargetkan swasembada bawang putih dalam tiga tahun.
“Kita masih belum swasembada bawang putih. Kita berjuang agar dalam tiga tahun kita bisa mencapai swasembada bawang putih,” kata Prabowo.




























