Pemerintah Mau Tanam 1 Juta Hektare Kedelai dan Kembangkan Sapi Perah untuk MBG

0
Tanaman kedelai
Kedelai berwarna keemasan siap untuk dipanen. Dok: Ist

Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman menyatakan pemerintah akan menanam 1 juta hektare kedelai dan mengembangkan sapi perah untuk mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Hal ini disampaikan Mentan Amran saat ditanya mengenai hasil pertemuannya dengan Menteri ATR/BPN Nusron Wahid serta Wakil Kepala Badan Gizi Nasional, Nanik S. Deyang, di Istana Merdeka, Jakarta, pada Kamis, 20 November 2025.

“Ini pertama adalah kedelai. Kita mau tanam kedelai 1 juta hektare ke depan, secara bertahap,” ujar Mentan Amran ditemui di kediamannya, Jakarta Selatan, Jumat (21/11).

Amran, yang juga menjabat sebagai Kepala Badan Pangan Nasional, menjelaskan penanaman akan dilakukan di lahan baru, khususnya lahan yang disita negara. “Jadi lahan baru, lahan eks yang disita tetapi belum ada sawitnya,” kata dia.

Selain kedelai, pemerintah juga mendorong pengembangan peternakan sapi perah bekerja sama dengan Kementerian Kehutanan.

“Untuk peternakan, kita kerja sama dengan kehutanan. Kami tadi telpon, bicara langsung dengan Pak Menteri Kehutanan. Juga kerja sama dengan Pak Nusron, Menteri ATR/BPN,” kata dia.

Amran menjelaskan bahwa pengembangan peternakan sapi akan dilakukan dengan sistem terintegrasi.

“Jadi terintegrasi. Pakannya disiapkan. Ini ada sapinya, kemudian ada pabrik pakan, kemudian penyediaan rumput. Yang paling berat adalah penyediaan rumput,” ujar Amran.

Dia menyebutkan bahwa paket pengembangan peternakan tersebut bernilai Rp 2,4 triliun. “Sapi kemarin, satu paket itu, dari hulu ke hilir itu Rp 2,4 triliun,” kata Amran.

Sebelumnya, Nanik mengatakan, Badan Gizi Nasional (BGN) sudah mulai kesulitan mencari bahan baku MBG, terutama susu. Karena itu, diperlukan percepatan pembangunan peternakan sapi perah.

“Misalnya untuk susu ini, kami kan sudah mulai kesulitan mencari susu. Ini segera akan dibuat peternakan sapi yang nanti bisa memenuhi kebutuhan dari MBG dan juga untuk masyarakat Indonesia,” kata Nanik 

Da menambahkan, pemerintah menyiapkan pembukaan lahan seluas 500.000 hektare untuk mendukung program tersebut. Dari total itu, 300.000 hektare akan dibuka di luar Pulau Jawa.

“Jadi nanti di Jawa akan ada 200.000 hektare untuk ternak, sedangkan selebihnya, yakni 300.000 hektare, akan dibuka di luar Jawa,” ujar Nanik.

Selain susu, Nanik juga menjelaskan bahwa kebutuhan kedelai di Sentra Penyediaan Pangan Generasi (SPPG) cukup besar. Satu unit SPPG, kata dia, membutuhkan 200–300 kilogram kedelai per hari.

“Satu dapur itu butuh 200 sampai 300 kilogram per hari, sekitar 3 kuintal, untuk tahu atau tempe,” ujar Nanik.

Reporter: Supianto
Join us on Google News:  https://bit.ly/3K0ZGkF

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini