
Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke lingkungan kerja Direktorat Jenderal Tanaman Pangan dan Direktorat Jenderal Hortikultura, Pasar Minggu, Jakarta, Kamis (8/10/2026).
Sidak dilakukan untuk memastikan kedisiplinan pegawai sekaligus memperkuat pengawasan terhadap pelaksanaan program pertanian.
Mentan Amran mengecek langsung kehadiran pegawai di masing-masing ruangan dan meja kerja. Ia juga menanyakan keberadaan sejumlah pegawai yang tidak berada di tempat pada jam kerja.
Dalam sidak tersebut, Mentan Amran mendapati seorang pegawai sedang merokok di lingkungan kerja pada jam kerja. Ia kemudian mempertanyakan alasan pegawai tersebut meninggalkan aktivitas pekerjaannya untuk merokok.
“Ini jam kerja, kenapa merokok?” tanya Amran.
Selain kedisiplinan, Mentan Amran juga menyoroti proses pengadaan barang dan jasa di lingkungan Kementerian Pertanian. Ia menegaskan tidak boleh ada praktik titip-menitip dalam penentuan pemenang tender.
“Tidak boleh ada titip-titipan lagi. Pemenang tender harus sesuai dengan aturan dan proses yang berlaku,” tegas Mentan Amran.
Mentan Amran juga meminta jajaran terkait memastikan proses pengadaan berjalan transparan dan dapat dipertanggungjawabkan. Menurutnya, tidak boleh ada permainan dalam proses pengadaan, termasuk dalam pelaksanaan program yang bersentuhan langsung dengan kepentingan petani.
“Bersihkan ruangan, jangan ada main-main. Semua harus bekerja sesuai aturan,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, Mentan Amran juga menyinggung mekanisme pengawasan terhadap bantuan pertanian, termasuk benih yang diterima petani. Ia meminta setiap keluhan petani ditindaklanjuti secara serius dan tidak sekadar diselesaikan melalui administrasi.
“Kalau petani komplain benihnya jelek, jangan hanya menumpang dengan BAST. Harus dicek di lapangan,” ujar Mentan Amran.
Ia memastikan Kementerian Pertanian memiliki tim monitoring dan evaluasi (monev) yang bertugas melakukan pengecekan terhadap pelaksanaan program di lapangan.
“Kita ada tim monev. Dicek,” tegasnya.
Dalam sidak tersebut, Mentan Amran juga meminta jajaran pimpinan memastikan pegawai yang ditugaskan benar-benar menjalankan tanggung jawabnya.
Saat menemukan salah satu ruangan dalam kondisi kosong, Mentan Amran meminta keterangan mengenai keberadaan pegawai yang bertugas. Setelah mendapat laporan bahwa sejumlah pegawai sedang menjalankan tugas pengawalan program Pertanian Modern (PM-AAS) di wilayah Subang, Mentan Amran langsung melakukan video call untuk memastikan informasi tersebut.
Melalui sambungan video, Mentan Amran berbicara langsung dengan pegawai yang sedang berada di lapangan.
Langkah serupa dilakukan saat Mentan Amran melakukan sidak di lingkungan Direktorat Jenderal Hortikultura. Ia menemukan sejumlah meja dalam kondisi kosong.
Setelah mendapat penjelasan bahwa pimpinan sedang mengikuti rapat laporan keuangan di Bogor, Mentan Amran kembali meminta dilakukan pengecekan langsung melalui video call.
Dalam sambungan tersebut, pegawai yang berada di lokasi sempat tidak mempercayai bahwa orang yang menelepon adalah Mentan Amran. Setelah kamera diarahkan dan wajah Mentan Amran terlihat, pegawai tersebut langsung terkejut.
Mentan Amran kemudian menyampaikan apresiasi. “Selamat,” ujar Mentan Amran.
Bagi Mentan Amran, pengecekan tersebut bukan semata-mata untuk mencari kesalahan pegawai, tetapi memastikan setiap orang yang mendapat amanah benar-benar menjalankan tugasnya.
Ia juga meminta jajaran pengamanan internal turut membantu membangun budaya kerja yang disiplin. Mentan Amran meminta petugas keamanan mencatat pegawai yang datang paling pagi dan pegawai yang kerap terlambat.
“Catat siapa yang paling rajin, datang paling pagi. Catat juga yang sering terlambat,” perintahnya.
Mentan Amran menegaskan bahwa kedisiplinan, integritas, dan pengawasan harus berjalan bersamaan. Ia ingin seluruh jajaran Kementan bekerja dengan orientasi hasil, terutama karena sebagian besar program kementerian berkaitan langsung dengan kebutuhan petani.
“Jangan ada titip-titipan. Jangan ada main-main. Kita bekerja untuk petani dan untuk negara,” tegas Mentan Amran.
Melalui sidak tersebut, Mentan Amran menekankan pentingnya pembenahan tata kelola dari dalam, mulai dari kedisiplinan pegawai, kebersihan dan ketertiban ruang kerja, pengawasan program hingga transparansi proses pengadaan.
“Semua harus bekerja dengan baik. Kalau ada masalah di lapangan, segera dicek dan diselesaikan. Jangan ditutup-tutupi,” pungkasnya.





























