Pasokan Jagung Aman, Peternak UMKM Lampung Bisa Bertahan hingga Februari

0
jagung pakan ternak
Jagung pakan program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP). Dok: Ist

Ketua peternak ayam petelur Lampung, Kasmani, memastikan peternak ayam petelur skala usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Lampung dapat memenuhi kebutuhan jagung hingga Februari 2027. Kepastian ini menyusul ketersediaan stok jagung di Perum Bulog Lampung serta penyaluran jagung program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP).

Kasmani mengatakan, stok jagung di Bulog Lampung saat ini mencapai lebih dari 5.000 ton. Jumlah tersebut cukup untuk memenuhi kebutuhan sekitar 100 peternak UMKM di wilayah tersebut.

“Kalau untuk Lampung, stok jagung di Bulog Lampung, untuk UMKM, peternak UMKM, khususnya untuk persiapan jagung SPHP SK1, SK2 dan insyaallah nanti SK3 itu sudah tercukupi,” kata Kasmani setelah menggelar Rapat Koordinasi Peternakan di kediaman Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, Jakarta Jumat (9/10) pagi.

Kasmani pun menyampaikan apresiasi kepada Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman dan Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani atas upaya penyediaan jagung SPHP bagi peternak skala UMKM.

Dia menilai, pasokan jagung SPHP penting bagi keberlangsungan usaha peternak, terutama di tengah kenaikan harga jagung dan pakan ternak.

“Yang mana skala UMKM ini lagi kesulitan ya karena harga jagung yang naik, harga pakan juga naik. Tapi dengan adanya jagung SPHP, baik di SK1, SK2 dan insyaallah nanti SK3, khususnya untuk peternak Lampung insyaallah jadi terselamatkan karena bantuan dari Pak Amran dan Direktur Bulog,” ujarnya.

Lebih lanjut, Kasmani menegaskan, ketersediaan jagung melalui program SPHP diharapkan dapat menjaga keberlangsungan usaha peternak UMKM di Lampung hingga Februari 2027.

“Insyaallah, kalau nanti sudah SK1, SK2 keluar dan insyaallah SK3, di Lampung untuk peternak UMKM terselamatkan sampai di bulan Februari stok jagungnya. Insyaallah,” katanya.

Sementara itu, Perum Bulog mulai mempercepat distribusi jagung untuk memenuhi kebutuhan peternak ayam setelah sebelumnya menghadapi kendala ketersediaan kapal. Sebanyak 15.000 ton jagung kini telah dibongkar di Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, untuk selanjutnya disalurkan ke sejumlah wilayah di Pulau Jawa.

Direktur Utama Perum Bulog menjelaskan, pasokan tersebut merupakan bagian dari mobilisasi jagung dari sejumlah sentra produksi, mulai dari Gorontalo, Nusa Tenggara Timur (NTT), Nusa Tenggara Barat (NTB), hingga Sulawesi Selatan.

“Sebagai contoh, keluhan yang sempat disampaikan kemarin, sekarang solusinya sudah berdatangan. Kami mendorong pergerakan nasional (mobilisasi) dari pusat-pusat sentra jagung seperti di Gorontalo, NTT, NTB, hingga Sulawesi Selatan. 

Semuanya sudah bergerak dan sekarang sudah bongkar muat di Pelabuhan Tanjung Perak, kurang lebih sebanyak 15.000 ton,” ujarnya.

Dari total tersebut, Bulog mengalokasikan masing-masing 5.000 ton untuk Jawa Timur, Jawa Tengah, serta Jawa Barat dan Banten. Penyaluran itu ditujukan untuk membantu memenuhi kebutuhan jagung bagi peternak di wilayah tersebut.

Khusus Lampung, Bulog menyatakan persediaan jagung di wilayah tersebut sudah lebih dari 5.000 ton sehingga pasokan dari Jawa belum diperlukan. Sementara itu, Bulog terus mengirimkan jagung dari daerah sentra produksi ke wilayah yang masih membutuhkan pasokan.

Menurut Dirut Bulog, kendala distribusi sebelumnya terjadi karena keterbatasan kapal. Selain itu, penutupan jalur di Pelabuhan Ketapang turut memengaruhi proses pengiriman.

“Kemarin memang kami sempat kesulitan mencari kapal, namun sekarang kapal-kapal sudah pada bersandar. Setiap hari sudah ada yang bersandar dan bongkar muat di pelabuhan-pelabuhan besar,” katanya.

Untuk mengatasi hambatan tersebut, Bulog berkoordinasi dengan Direktur Utama Pelindo dan ASDP agar jalur pelabuhan dapat kembali dibuka. Bulog juga meminta agar kapal yang membawa bahan pangan mendapat prioritas untuk bersandar di sejumlah pelabuhan, termasuk Ketapang, Tanjung Perak, Tanjung Emas, dan Tanjung Priok.

Dirut Bulog mengatakan koordinasi tersebut mendapat dukungan dari Pelindo dan ASDP. Dengan demikian, distribusi bahan pangan nasional, termasuk jagung untuk pakan ternak, dapat berjalan lebih lancar.

Reporter: Supianto

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini