
Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman mengaku susah tidur memikirkan persoalan yang dihadapi peternak. Dia pun mengajak perwakilan peternak mencari solusi agar persoalan pasokan dan harga jagung tidak terus berulang.
Hal itu disampaikan Mentan Amran saat menggelar Rapat Koordinasi Peternakan di kediamannya, Jumat (9/10) pagi.
Pertemuan yang dimulai pukul 06.00 WIB tersebut membahas persoalan pasokan jagung untuk kebutuhan pakan ternak, termasuk keluhan peternak terkait penyaluran jagung melalui program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP).
“Tahu nggak, saya itu susah tidur kalau Bapak, karena saya peduli sama Bapak,” kata Mentan Amran.Â
Mentan Amran yang juga Kepala Badan Pangan Nasional itu menuturkan, tidak ingin peternak terus menghadapi persoalan yang sama setiap tahun, terutama saat pasokan jagung terbatas dan harga pakan naik.Â
Karena itu, dia menyiapkan sejumlah langkah untuk menjaga pasokan jagung sekaligus membantu peternak mendapatkan bahan baku pakan.
Salah satunya, meminta Perum Bulog menjaga stok jagung sebanyak 250.000 ton pada periode September hingga Desember. Kementerian Pertanian (Kementan) juga akan memberikan benih jagung gratis untuk lahan seluas 20.000 hektare hingga Desember.
Benih tersebut akan diberikan kepada petani binaan koperasi peternak. Hasil panennya bisa dibeli peternak, sedangkan jika produksinya berlebih, Bulog akan menyerapnya.
Dia juga menyiapkan skema resi gudang untuk membantu peternak yang terkendala modal. Dalam skema ini, Bulog bisa membeli dan menyimpan jagung yang belum terbeli. Jagung itu tetap menjadi milik koperasi dan bisa diambil atau dijual kembali saat dibutuhkan.
Selain urusan jagung, Amran meminta penyerapan telur melalui program Makan Bergizi Gratis (MBG) dipercepat. Dia menyebut konsumsi telur dalam program tersebut disepakati tiga kali seminggu hingga harga membaik.
Dia berharap langkah-langkah tersebut bisa menyelesaikan persoalan peternak, mulai dari pasokan pakan hingga penyerapan hasil produksi. Dengan begitu, peternak tidak harus terus menyuarakan keluhan yang sama setiap kali masalah tersebut muncul.
“Jadi intinya kita bangun ekosistem dan ekosistem ini adalah solusi permanen sampai kapan pun tidak ada lagi peternak demo masalah harga dan serapan, masalah pakan dan seterusnya,” ujar Amran.




























