Mentan Amran Siapkan Rp2,2 Triliun untuk 5 Kawasan Peternakan

0
Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman
Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman saat kunjungan kerja di Bone, Sulawesi Selatan, Jumat (25/9).

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengebut pembangunan lima kawasan peternakan terintegrasi di Lampung, Jawa Timur, Sulawesi Selatan, Nusa Tenggara Barat, dan Gorontalo. Pemerintah menargetkan seluruh kawasan yang mencakup pabrik pakan, pembibitan ayam atau DOC, hingga produksi ayam, telur, dan susu tersebut rampung pada 2027.

Mentan Amran mengatakan pembangunan lima kawasan tersebut merupakan bagian dari arahan Presiden Prabowo Subianto untuk memperkuat industri peternakan nasional. Pemerintah telah menyiapkan anggaran Rp2,2 triliun untuk pembangunan lima kawasan tersebut.

“Lima pabrik pakan, DOC dan seterusnya itu selesai tahun depan. Insyaallah lima ini diresmikan tahun depan,” ujar Mentan Amran saat kunjungan kerja di Bone, Sulawesi Selatan, Jumat (25/9).

Menurutnya, total anggaran yang dipersiapkan pemerintah untuk pengembangan ekosistem peternakan di sejumlah wilayah mencapai sekitar Rp17 triliun. Anggaran tersebut tidak hanya diperuntukkan bagi lima kawasan yang menjadi tahap awal pembangunan.

“Anggarannya sudah turun, beliau (Presiden) sudah tanda tangan Rp2,2 triliun untuk lima. Total anggaran yang dipersiapkan pemerintah sekitar Rp17 triliun, tetapi bukan di sini saja,” katanya.

Mentan Amran menegaskan pembangunan lima kawasan tersebut terus dipercepat. Ia mengatakan administrasi dan anggaran telah diselesaikan sehingga pekerjaan di lapangan dapat segera berjalan.

“Sudah bor-bor. Targetnya tahun depan selesai. Administrasinya sudah selesai, anggarannya juga sudah selesai. Yang penting selesai dulu,” tegasnya.

Kawasan tersebut dirancang sebagai ekosistem peternakan dari hulu hingga hilir. Rantai produksinya mencakup penyediaan pakan, pembibitan atau DOC, budidaya ayam, produksi telur, hingga pengembangan sapi perah dan susu.

Pengembangan tersebut juga diarahkan untuk mendukung kebutuhan pangan bergizi dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG). Pemerintah mendorong agar kebutuhan ayam, telur, dan susu untuk program tersebut dapat dipenuhi dari produksi dalam negeri.

“Dari hulu ke hilir ini holistik. Ada MBG menjadi off-taker ayam, telur, susu. Kemudian di sini produksi telur, ayam, susu,” jelas Mentan Amran.

Untuk mendukung produksi peternakan, pemerintah juga membangun industri pakan di sekitar sentra produksi bahan baku. Jagung dari Bone, Soppeng, dan daerah sekitar akan diarahkan untuk memenuhi kebutuhan pabrik pakan di kawasan tersebut.

“Ayam butuh pakan. Pakannya dari jagung. Jagung ini nanti dari Bone, Soppeng, kabupaten tetangga, dari mana saja. Karena ini yang menjadi pakan nanti,” kata Mentan Amran.

Menurutnya, kedekatan antara sentra jagung dan pabrik pakan akan membuat rantai pasok lebih efisien. Jagung dari petani tidak perlu dikirim ke wilayah lain untuk diolah menjadi pakan sebelum kembali didistribusikan ke sentra peternakan.

“Daripada jagung ini dikirim ke Surabaya, dikirim ke Jakarta, setelah jadi pakan dikembalikan,” ujarnya.

Selain pabrik pakan, fasilitas pembibitan ayam atau DOC juga disiapkan dalam kawasan tersebut. Dengan demikian, kebutuhan bibit ayam dapat dipenuhi lebih dekat dengan lokasi produksi.

“Pabrik pakan juga akan dibangun lengkap DOC-nya, anak ayam. Tidak perlu lagi mengambil ke mana-mana. Ambil dari sini. Lengkap,” kata Mentan Amran.

Sementara itu, pengembangan sapi perah menjadi bagian dari upaya meningkatkan produksi susu nasional. Mentan Amran menyebut ketersediaan susu diperlukan untuk mendukung pemenuhan gizi masyarakat, khususnya anak-anak.

“Peternakan sapi itu sapi perah, susu. Kan butuh susu anak-anak supaya tinggi besar nanti,” katanya.

Mentan Amran mengatakan pengembangan ayam, telur, dan susu juga berkaitan dengan pembangunan sumber daya manusia dalam jangka panjang. Menurutnya, pemenuhan pangan bergizi menjadi salah satu bagian dari cita-cita pemerintah untuk menyiapkan generasi Indonesia menuju Indonesia Emas.

“Kenapa? Minum susu, telur, ayam dan seterusnya. Itu mimpi Bapak Presiden. Generasi kita adalah generasi cerdas nanti ke depan, sehingga mencapai Indonesia Emas,” ujar Mentan Amran.

Di Sulawesi Selatan, salah satu kawasan pengembangan tersebut berada di Kabupaten Bone dengan luas sekitar 150 hektare. Kawasan ini akan menjadi bagian dari penguatan rantai pasok peternakan sekaligus membuka aktivitas ekonomi dan lapangan kerja bagi masyarakat sekitar.

“Lokal lah. Kalau mau kerja di sini, itu kan lapangan kerja,” ujar Mentan Amran.

Reporter: Supianto

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini