
Memperingati Hari Pangan Sedunia (HPS) Tahun 2026, Badan Pangan Nasional (Bapanas) bersama seluruh jajaran daerah dan mitra menggebrak lewat penyelenggaraan Gerakan Pangan Murah (GPM) Nasional secara serentak di 38 provinsi dan 514 kabupaten/kota pada Kamis (22/10).
Langkah masif ini menjadi wujud nyata menghadirkan pangan berkualitas dengan harga ramah kantong langsung ke tengah masyarakat, sekaligus memperkuat fondasi swasembada pangan nasional. Di Ibu Kota, aksi jemput bola difokuskan di tiga titik wilayah padat pemukiman dan bantaran sungai yakni di kolong flyover Kalibata, Kelurshan Bidara Cina Jakarta Timud dan Kelurahan Bukit Duri, Jakarta Selatan.
Penguatan ketahanan pangan nasional yang mandiri dan berdaulat selama dua tahun terakhir di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto terus menunjukkan hasil konkret.
Hingga Oktober 2026, negara melalui Perum Bulog mencatatkan penyerapan beras petani hingga lebih dari 4,13 juta ton dengan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) Rp6.500/kg untuk Gabah Kering Panen (GKP) dan Rp12.000/kg beras di gudang Bulog. Kinerja penyerapan ini melambungkan Cadangan Beras Pemerintah (CBP) hingga menembus angka sangat aman di atas 4,5 juta ton.
Ketersediaan stok yang melimpah ini selanjutnya dialirkan kembali ke masyarakat melalui program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) sebesar 200 ribu ton pada Triwulan IV-2026 serta Bantuan Pangan Beras sebesar 997,3 ribu ton.
Untuk memaksimalkan manfaat stok cadangan ini, Bapanas mengapresiasi tinggi sinergi yang telah terjalin dan terus mendorong Pemerintah Daerah melalui Dinas Pangan/Pertanian setempat untuk semakin aktif memperluas jangkauan GPM serta mempercepat penyaluran beras kepada masyarakat. Kolaborasi aktif pemerintah daerah menjadi kunci utama agar manfaat harga terjangkau ini dirasakan merata oleh seluruh lapisan masyarakat hingga ke pelosok.
Di setiap titik GPM, warga antusias mengakses aneka bahan pokok mulai dari beras, gula pasir, minyak goreng, tepung, telur, daging ayam, daging sapi, hingga cabai dan bawang segar dengan harga di bawah rata-rata pasar. Kehadiran stan-stan yang dikelola Dinas Daerah bersama Bulog dan pelaku usaha lokal ini diharapkan kembali menunjukan evektifitasnya dalam menekan inflasi daerah.
Berikut beberapa harga bahan pangan yang disediakan di GPM wilayah Jakarta: beras SPHP Rp11.000/kg, beras premium Rp14.600/kg, Minyakita Rp 15.000/liter, minyak goreng premium Rp20.000/liter, gula maniskita 17.000/kg, daging ayam ras Rp36.500/kg, daging sapi Rp117.000/kg, cabai rawit merah Rp32.500/kg, cabai merah keriting Rp32.500/kg, dan bawang merah Rp35.000/kg, dan bawang putih Rp30.000/kg.
Dalam peringatan Hari Pangan Sedunia tahun ini, kegiatan dikemas semakin manis dengan aksi kepedulian sosial para mitra. Perum Bulog menyerahkan bantuan CSR berupa 400 paket beras premium kemasan 5 kg untuk 400 penerima manfaat. Sementara itu, ID FOOD menyalurkan 2.700 lembar voucher belanja senilai Rp15.000 per voucher yang dibagikan secara merata di tiga lokasi Jakarta dan bisa langsung dibelanjakan di stan GPM.
Wakil Menteri Pertanian Muhammad Saleh Mustafa saat meninjau pelaksanaan GPM di Kelurahan Bukit Duri, Kamis (22/10) menegaskan bahwa swasembada pangan harus memberikan manfaat bagi seluruh elemen bangsa baik di sektor hulu maupun hilir.
“Ada 2 tujuan utama yang harus kita wujudkan yaitu kesejahteraan petani dan kesejahteraan masyarakat. Kesejahteraan petani ini menyangkut dengan pendapatan petani, kesejahteraan masyarakat menyangkut dengan daya beli masyarakat terhadap pangan. Kita harus sama-sama menjaga kestabilan ini, keseimbangan ini dari hulu hingga hilir untuk mewujudkan suatu keadilan dan kemakmuran,” ujarnya.
Lebih lanjut guna memastikan keamanan pangan, Bapanas telah menerjunkan Mobil Laboratorium Keamanan Pangan untuk melakukan uji cepat post-market secara langsung di berbagai daerah. Pengujian ini memastikan pangan segar bebas dari residu pestisida, boraks, formalin, dan bahan berbahaya lainnya.
Rangkaian GPM di Jakarta turut terhubung secara virtual (teleconference) dengan pelaksanaan GPM di seluruh Indonesia. Pada kesempatan yang sama, Bapanas menyerahkansecara simbolis unit Mobil SPHP kepada Bupati Grobogan untuk memperlancar rantai distribusi daerah, serta penyerahan Mobil Laboratorium Keamanan Pangan kepada Bupati Bone.
Menutup kegiatan, Bapanas mengimbau seluruh Kepala Daerah dan pemangku kepentingan untuk menjaga laju kolaborasi ini secara intensif hingga akhir tahun 2026. Dengan menggelorakan GPM dan optimalisasi SPHP secara berkala di daerah masing-masing, laju inflasi dapat terus terjaga dan kesejahteraan masyarakat makin kokoh.





























