Pasokan Beras di PIBC Melimpah, Stok Pedagang di Atas 50 Ton per Toko

0
stok beras di pedagang PIBC
Stok beras di salah satu toko di Pasar Induk Beras Cipinang (PIBC), Jakarta, Jumat (2/10/2026).

Pasokan beras di Pasar Induk Beras Cipinang (PIBC), Jakarta, terpantau melimpah seiring meningkatnya produksi dari sejumlah sentra pertanian. Kondisi tersebut tercermin dari stok yang tersedia di tingkat pedagang yang kini rata-rata mencapai lebih dari 50 ton per toko.

Anto, pemilik Toko Beras Idolaku di PIBC, mengatakan ketersediaan pasokan saat ini relatif melimpah dan kondisi tersebut tidak hanya terjadi di tokonya, tetapi juga dirasakan oleh pedagang beras lainnya di kawasan pasar induk.

“Kalau di sini rata-rata sudah di atas 50 ton. Kalau yang lain mungkin tidak berbeda jauh,” ujar Anto saat ditemui di Pasar Induk Beras Cipinang, Jumat (2/10).

Menurut Anto, pasokan beras yang masuk ke tokonya saat ini mayoritas berasal dari sentra produksi di Pulau Jawa. Salah satu sumber utama berasal dari Indramayu, Jawa Barat, terutama saat daerah tersebut memasuki musim panen.

“Kalau ini dari Indramayu, ada dari yang panen saja. Tapi untuk hampir dua tahun ini beras dari Jawa saja,” katanya.

Ia menambahkan, sumber pasokan dapat semakin beragam ketika sejumlah daerah di luar Jawa memasuki musim panen. Pada periode tersebut, beras dari Sulawesi juga berpotensi masuk ke PIBC untuk memenuhi kebutuhan perdagangan.

“Kalau pas lagi panen, itu bisa dari Sulawesi,” ujarnya.

Gambaran di tingkat pedagang tersebut sejalan dengan pemantauan pemerintah terhadap kondisi pasokan di PIBC. Badan Pangan Nasional (Bapanas) pada September 2026 mencatat rata-rata pasokan beras yang masuk ke PIBC berada di kisaran 1.500 ton per hari. Secara keseluruhan, stok beras di pasar induk tersebut juga masih dalam kondisi aman.

Ketersediaan pasokan di tingkat perdagangan tidak terlepas dari upaya pemerintah menjaga produksi dan mengantisipasi berbagai tantangan produksi, termasuk potensi dampak El Nino. Kementerian Pertanian melakukan sejumlah langkah mitigasi, antara lain melalui optimalisasi pompanisasi, pemetaan wilayah rawan kekeringan, serta penguatan produksi padi di berbagai sentra.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) yang dikutip Kementerian Pertanian menunjukkan produksi beras Januari-April 2026 mencapai 14,03 juta ton, meningkat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Dengan pasokan yang terus mengalir dari berbagai sentra produksi, kondisi stok di tingkat pedagang menjadi salah satu gambaran penting mengenai ketersediaan beras di pasar. Di PIBC, salah satu pusat perdagangan beras terbesar di Jakarta, pedagang menyebut stok di toko saat ini berada pada level yang cukup tinggi.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini