Terancam Krisis Pangan, Malaysia Sambangi Kantor Bulog

0
Tumpukan beras medium di warung.
Foto ilustrasi beras medium dan premium di ritel modern aman dimakan (Foto: Humas Bapanas)

Di tengah lonjakan harga beras yang melanda Malaysia, Menteri Pertanian dan Keterjaminan Makanan, Datuk Seri Haji Mohamad Bin Sabu, bersama delegasinya, menyambangi Kantor Pusat Perum Bulog di Jakarta.

Rombongan tersebut disambut langsung oleh Direktur Utama Perum Bulog, Novi Helmy Prasetya, serta jajaran manajemen Perum Bulog.

Dalam pertemuan tersebut, kedua belah pihak membahas peluang kerja sama strategis dalam pengelolaan cadangan pangan, distribusi komoditas pokok, serta pemanfaatan teknologi logistik pangan modern untuk mendukung ketahanan pangan.

“Kami menyambut baik Kunjungan Menteri Pertanian dan Keterjaminan Makanan Malaysia untuk melihat langsung sistem pengelolaan logistik pangan di Indonesia. Menteri Pertanian dan Keterjaminan Makanan Malaysia juga menyampaikan ketertarikan untuk mempelajari secara lebih mendalam model pengelolaan pangan oleh Bulog, khususnya dalam pengelolaan stok cadangan pangan yang dinilai efektif,” ujar Sekretaris Perusahaan Perum Bulog, Arwakhudin Widiarso yang turut mendampingi delegasi.

Sementara itu, Datuk Seri Haji Mohamad Bin Sabu menyampaikan apresiasi atas sambutan hangat dan keterbukaan informasi dari Perum Bulog

Dia juga mengungkapkan ketertarikan terhadap sistem logistik pangan yang diterapkan di Indonesia dan menyatakan harapan akan terjalinnya kerja sama ke depan, baik dalam bentuk pertukaran pengetahuan maupun proyek bersama.

Adapun kunjungan Datuk Seri Haji Mohamad Bin Sabu ke Kantor Perum Bulog ini dilakukan setelah sebelumnya bertemu dengan Menteri Pertanian  (Mentan), Andi Amran Sulaiman di Kantor Pusat Kementerian Pertanian (Kementan).

Amran mengungkapkan, pemerintah Malaysia mengajukan permohonan untuk mengimpor beras dari Indonesia. Namun, permintaan tersebut ditolak karena pemerintah Indonesia ingin memprioritaskan kebutuhan dalam negeri.

“Ada permintaan beras dari Malaysia kepada kita. Namun untuk sementara, kita harus menjaga ketersediaan dan keamanan stok dalam negeri terlebih dahulu. Ketahanan pangan nasional adalah prioritas utama. Setelah itu tercapai, baru kita dapat mempertimbangkan dukungan lebih lanjut kepada negara sahabat,” kata Amran.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini