Badan Pangan Nasional (Bapanas) menyatakan harga aneka cabai di pasaran mulai berangsur turun seiring dukungan pasokan dari sentra produksi dan koordinasi intensif dengan Kementerian Pertanian (Kementan).
Deputi bidang Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapanas, I Gusti Ketut Astawa menyampaikan, secara produksi ketersediaan cabai saat ini tergolong melimpah. Namun, curah hujan masih menjadi faktor yang memengaruhi kelancaran panen dan distribusi.
“Kami sudah kolaborasi dan koordinasi dengan teman-teman Kementan, produksi sangat banyak. Namun memang kondisi hujan ini pasti akan mengganggu,” ujar Ketut setelah melakukan monitoring harga bahan pokok di Transmart Cempaka Putih, Rabu (24/12).
Dia mengungkapkan, Kepala Bapanas/Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman telah mendatangkan 40 ton cabai dari Bener Meriah, Aceh, ke sejumlah daerah. Tambahan pasokan tersebut mulai berdampak pada penurunan harga di pasar.
“Kemarin cabai ada yang Rp 80.000 per kilogram udah turun. Tadi kita lihat antara Rp 40.000-Rp 50.000 per kilogram. Sebenarnya masih bagus, udah mulai turun nih harga cabai,” kata dia.
Meski demikian, harga cabai rawit di beberapa wilayah masih relatif tinggi. Namun di sejumlah pasar, harga cabai rawit juga sudah bergerak turun ke kisaran Rp 50.000 per kilogram. Variasi harga antarwilayah dinilai masih wajar, sebagaimana komoditas pangan lainnya.
“Di pasar itu kan variatif tuh, seperti telur. Di sini Rp 30.000, di situ Rp 32.000, di sana Rp 31.000. Jadi masyarakat juga bisa lebih jeli melihat,” ujar dia.
Dia juga menekankan bahwa tingginya harga cabai bukan disebabkan kekurangan barang. Produksi tetap banyak, namun hujan membuat aktivitas panen terganggu.
“Bukan tidak ada barang. Barangnya banyak, produksinya banyak. Tapi begitu hujan, metiknya tidak ada. Besok hujan berhenti, pasokan langsung bertambah,” jelas dia.
Menurut dia, kondisi tersebut akan membuat harga menyesuaikan secara alami. Ketika pasokan kembali lancar, harga akan terus bergerak turun. Selain itu, cabai merupakan komoditas yang sangat mudah rusak sehingga pergerakan harga berlangsung cepat.
Bapanas juga mengajak masyarakat melihat harga cabai secara rata-rata dalam satu tahun. Pada periode tertentu harga bisa sangat rendah, namun pada saat cuaca ekstrem harga dapat melonjak.
“Kalau dirata-ratakan, dalam satu tahun masyarakat sebenarnya mendapatkan harga di kisaran harga acuan,” imbuh Ketut.
Dengan langkah bersama antara Kementan, Bapanas, dan para petani, pemerintah optimistis harga cabai akan terus stabil dan terjangkau bagi masyarakat.






























