Perum Bulog Gandeng Mahasiswa Bandung Kawal Swasembada Pangan Berkelanjutan

0
Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani
Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani pada kegiatan Focus Group Discussion bertajuk “Peran Kampus dalam Mewujudkan Swasembada Pangan Berkelanjutan untuk Cadangan Pangan Pemerintah” bersama perwakilan mahasiswa se-Bandung di Kompleks Pergudangan Utama Bulog Kota Cimahi, Jawa Barat.

Stok beras nasional yang dikelola Perum Bulog kini mencapai sekitar 5,36 juta ton, tertinggi sepanjang sejarah. Di tengah penguatan swasembada pangan nasional, Bulog menggandeng kalangan kampus dan mahasiswa untuk ikut mengawal ketahanan pangan melalui riset, inovasi, hingga edukasi publik.

Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani mengatakan, penguatan swasembada pangan tidak hanya bergantung pada peningkatan produksi, tetapi juga kemampuan negara dalam menyerap hasil panen petani, menjaga cadangan pangan, hingga memastikan distribusi pangan berjalan stabil dan terjangkau bagi masyarakat.

“Di titik inilah Bulog menjalankan perannya sebagai instrumen negara dalam menjaga ketersediaan, keterjangkauan, dan stabilisasi pangan,” ujar Rizal dalam kegiatan Focus Group Discussion bertajuk “Peran Kampus dalam Mewujudkan Swasembada Pangan Berkelanjutan untuk Cadangan Pangan Pemerintah” bersama perwakilan mahasiswa se-Bandung di Kompleks Pergudangan Utama Bulog Kota Cimahi, Jawa Barat.

Ia mengatakan, penguatan swasembada pangan yang terus dijalankan pemerintah dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan komitmen serius untuk membangun ketahanan pangan nasional yang berkelanjutan. Karena itu, kampus dan mahasiswa dinilai memiliki peran penting untuk ikut memahami, mengawal, dan mendukung agenda besar tersebut melalui ilmu pengetahuan, riset, serta inovasi.

Ia mengungkapkan, berdasarkan data FAO, Indonesia tercatat berada di peringkat kedua dunia dalam kenaikan produksi padi, di antara Brasil dan Myanmar. Capaian ini menjadi sinyal positif atas semakin kuatnya produksi pangan dalam negeri dan menjadi landasan penting dalam menjaga keberlanjutan swasembada pangan nasional.

“Saat ini, stok beras yang dikelola Bulog mencapai sekitar 5,36 juta ton stok tertinggi dalam sejarah, dengan total kapasitas simpan yang disediakan sekitar 6,2 juta ton. Kapasitas tersebut akan terus diperkuat seiring meningkatnya produksi padi nasional,” tambah Dirut Bulog.

Dari sisi pengadaan, Bulog telah menyerap sekitar 2,8 juta ton beras dari target 4 juta ton. Capaian ini menunjukkan peran aktif Bulog dalam mendukung petani sekaligus memperkuat stok pangan nasional. Melalui penyerapan hasil produksi dalam negeri, Bulog tidak hanya menjaga ketersediaan beras, tetapi juga turut menjaga keseimbangan harga di tingkat produsen dan konsumen.

Ia menambahkan Bulog memiliki sarana dan prasarana yang tersebar di seluruh Indonesia, mulai dari gudang, jaringan logistik, hingga fasilitas pengolahan gabah dan beras. Infrastruktur tersebut menjadi tulang punggung penting dalam memastikan rantai pasok pangan berjalan kuat, efisien, dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat di berbagai wilayah.

Untuk memperkuat peran tersebut, Bulog pada tahun ini juga akan menambah infrastruktur pascapanen di 100 titik. Langkah ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang dalam mendukung peningkatan produksi, memperkuat kualitas pengelolaan hasil panen, serta mempertahankan capaian swasembada pangan secara berkelanjutan.

Melalui kegiatan bersama mahasiswa ini, Bulog berharap kampus dapat mengambil peran lebih aktif dalam membangun literasi pangan nasional. Mahasiswa tidak hanya menjadi penerima informasi, tetapi juga bagian dari ekosistem perubahan yang mampu menghadirkan gagasan, riset, inovasi, dan komunikasi publik yang konstruktif bagi masa depan pangan Indonesia.

Kegiatan ini sekaligus menegaskan bahwa swasembada pangan berkelanjutan bukan hanya agenda pemerintah, melainkan gerakan bersama yang membutuhkan dukungan seluruh elemen bangsa. Dengan kolaborasi antara negara, Bulog, petani, akademisi, dan generasi muda, fondasi ketahanan pangan Indonesia diharapkan semakin kuat dari hulu ke hilir.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini