Mentan Amran Tunaikan Janji Bantu Peternak, Salurkan 180 Ton Jagung SPHP di Blitar

0
Telur ayam ras yang baru dipanen
Peternakan ayam peter. Dok: Ist

Menteri Pertanian sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas), Andi Amran Sulaiman, menunaikan janjinya membantu peternak melalui penyaluran 180 ton jagung Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) di Blitar, Jawa Timur, Kamis (5/11).

“Kami hari ini tunaikan janji. Setelah peternak, semua Indonesia perwakilan ada seribu lebih ke Jakarta. Menemui kami, kita rencanakan ke depan membangun ekosistem peternak. Kita mulai dari hulu sampai hilir,” ujar Amran.

Dia menjelaskan, pemerintah saat ini tengah menyiapkan skema integrasi antara petani jagung, Perum BULOG, dan peternak untuk menjaga kesinambungan pasokan bahan baku pakan.

Dalam skema tersebut, hasil panen petani akan dihubungkan dengan kebutuhan peternak. Saat produksi melimpah, kelebihan jagung akan diserap BULOG dan disimpan melalui mekanisme resi gudang. Stok tersebut nantinya dapat dimanfaatkan kembali oleh peternak ketika memasuki masa paceklik.

“Ini tanam jagung, kemudian offtakernya peternak, kalau berlebih jagungnya dibeli oleh Bulog. Menjadi resi gudang. Begitu masa peceklik, September, Oktober, November, itu boleh diambil kembali oleh peternak yang mendampingi dari Bulog. Jadi nanti ini suatu ekosistem. Ini solusi permanen,” jelasnya.

Untuk mendukung program tersebut, pemerintah juga mengalokasikan anggaran sekitar Rp3,7 triliun bagi peternak dan petani jagung. Amran menyebut anggaran tersebut berasal dari pengalihan sejumlah belanja pemerintah agar dapat diarahkan untuk memenuhi kebutuhan petani dan peternak.

“Kami alihkan karena peternak butuh bantuan, kami alihkan anggaran kurang lebih 3,7 triliun semuanya, termasuk petani jagung. Ini demi petani-peternak Indonesia,” tegas Amran.

Di Blitar, penyaluran jagung SPHP dilakukan BULOG kepada 18 koperasi peternak mikro dengan total 180 ton. Jagung tersebut dijual dengan harga Rp5.000 per kilogram.

Salah seorang peternak di Blitar, Irfan, mengaku terbantu dengan adanya jagung SPHP. Sebelumnya, dia kerap membeli jagung dengan cara berutang sehingga harus membayar dengan harga lebih tinggi.

“Alhamdulillah sangat senang sekali dapat bantuan dari Bapak Amran. Kondisi sebelumnya kan saya soal jagung itu kan nggak bisa beli cash itu belinya hutang jadi harga lebih tinggi. Sedangkan ini saya mendapatkan bantuan jagung lebih murah jadi beban agak berkurang dari pembelian jagung,” ungkap Irfan.

Secara nasional, pelaksanaan SPHP Jagung hingga 5 November 2026 telah melibatkan 151 koperasi atau asosiasi dengan total 11.658 peternak. Pembelian jagung melalui koperasi tercatat mencapai sekitar 235 ribu ton atau 60,75 persen dari pagu sebesar 387 ribu ton.

Penguatan pasokan jagung melalui SPHP dan pengembangan ekosistem peternakan diharapkan dapat memberikan kepastian pasar bagi petani sekaligus menjaga ketersediaan bahan baku pakan bagi peternak, terutama saat memasuki musim paceklik.

 

Reporter: Supianto

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini