BPDPKS, DItjenbun dan IPB Training Gelar Pelatihan Teknis Budidaya Kelapa Sawit di Provinsi Aceh

0

Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS), Direktorat Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian (Kementan) bersama PT. Global Scholarship Services Indonesia (IPB Training) menggelar acara ‘Pelatihan Teknis Budidaya Kelapa Sawit Provinsi Aceh untuk angkatan 1, 3 dan 4 di Banda Aceh, Aceh.

Pengembangan perkebunan kelapa sawit di Indonesia telah berperan besar dalam pertumbuhan ekonomi negara, terutama dalam dua dekade terakhir.

Dr Ir Haryadi, sebagai tim narasumber IPB menyampaikan, kelapa sawit kini menjadi produk andalan ekspor Indonesia ke luar negeri karena kontribusi devisanya mencapai Rp 600 triliun/tahun, melampaui kontribusi devisa minyak dan gas yang hanya Rp 200.000 miliar/tahun.

“saat ini produsen kelapa sawit menjadi pahlawan perekonomian nasional yang telah menyelamatkan perekonomian indonesia dari resesi pada masa resesi tahun 1998 dan masa covid tahun 2019-2020” menurut paparan beliau pada pembukaan acara pelatihan teknis budidaya kelapa sawit dalam rangka pelatihan pengembangan sdm pks tahun 2024 angkatan 1, 3 dan 4 di provinsi aceh pada tanggal 13-17 mei 2024 di hotel grand nanggroe aceh.

Oleh karena itu, agar areal tanam kelapa sawit di negeri ini dapat terus berkembang, dengan pertumbuhan pohon yang baik dan produktivitas yang tinggi, diperlukan pengembangan sumber daya manusia dan pelatihan petani.

Pelatihan pengembangan SDM Perkebunan Kelapa Sawit ini dilaksanakan dengan peserta sebanyak 25 petani dari Kab. Aceh Barat dan 64 petani dari Kab. Nagan Raya. Tujuan dari pelatihan ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan dalam pemeliharaan tanaman kelapa sawit. Selanjutnya untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan petani dalam menangani organisme pengganggu tanaman kelapa sawit.

Kedua hal ini sangat penting untuk diketahui oleh para petani kelapa, guna menjaga areal tanam kelapa sawit di tanah air tetap berkembang seiring dengan peningkatan produksi minyak sawit (CPO), memenuhi kebutuhan dalam negeri dan ekspor.

Kepala Dinas Perkebunan Kementerian Pertanian dan Perkebunan Aceh Ir Fakhrurrazi dalam sambutannya mewakili Kepala Dinas Perkebunan Aceh MP Ir Cut Huzaimah menyampaikan bahwa pemerintah berkepentingan dengan keberlanjutan perkebunan kelapa sawit agar pembangunan di tanah air terus meningkat.

Tujuan pelatihan SDM menurut Fakhrurrazi adalah agar petani kelapa sawit di daerah benar-benar ahli dalam pemeliharaan pabrik kelapa sawitnya, sehingga output kelapa sawitnya meningkat dan petaninya sejahtera. Banyak sekali petani sawit yang menjadi kaya raya, namun menurut Fakhrurrazi, para petani sawit yang sudah kaya raya tidak mewariskan ilmu dan keterampilannya kepada anak cucunya, lalu ketika kebunnya sudah tua dan mati, lanjut pengelolaan perkebunan kelapa sawit mereka hilang.

Kabid penyuluhan dan pengembangan SDM Ir Mukhlis yang hadir dalam acara pelatihan tersebut mengatakan, kelemahan kita di daerah yaitu regenerasi usaha perkebunan belum dilakukan secara optimal oleh para pemilik kebun kepada anaknya. Oleh karena itu, banyak perusahaan perkebunan swasta, berjayanya pada generasi pertamanya, masuk pada generasi kedua, mulai menurun. Kondisi ini disebabkan generasi permata tidak mempersiapkan keberlanjutan dan kemajuan perusahaan perkebunannya kepada generasi kedua

Kepala Dinas Penyuluhan Pertanian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Ir Mukhlis yang hadir dalam pelatihan tersebut mengatakan, kelemahan kita di daerah adalah regenerasi usaha perkebunan belum terlaksana dengan baik oleh pemilik perkebunan kepada anaknya..

Padahal, komoditi kelapa sawit sangat prospektif dan menjanjikan. Buktinya, negara bagian Amerika dan Eropa untuk memenuhi kebutuhan minyak nabati di negaranya harus impor CPO dari Indonesia, Malaysia dan Thailand.

“Dampak dari tingginya permintaan CPO di pasar luar negeri telah membuat harga CPO dan TBS kelapa sawit dalam dua tahun terakhir ini terus bergerak naik dan sedikit tinggi.’’ tutur Mukhlis.

Selain pemaparan materi, diskusi, dan simulasi di kelas, Peserta Pelatihan Teknis Budidaya Kelapa Sawit dalam Rangka Pelatihan Pengembangan SDM PKS Tahun 2024 di Provinsi Aceh melakukan Kunjungan Lapangan di PT Agro Sinergi Nusantara..

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian acara pelatihan Teknis Budidaya Kelapa Sawit yang dilaksanakan oleh IPB Training bekerja sama dengan BPDPKS yang bertujuan untuk memberikan wawasan praktis kepada pekebun sawit mengenai kegiatan budidaya kelapa sawit dan pembenihan kelapa sawit di industri.

Selain itu Kunjungan lapang bertujuan agar peserta dapat menyaksikan secara langsung teknis budidaya kelapa sawit yang baik (sesuai standar operasional yang berlaku) secara praktikal atau di lapang oleh tim praktisi dari PT Agro Sinergi Nusantara setelah mendapatkan penjelasan teori bersama trainer di hari sebelumnya.

Kunjungan lapang kebun dibagi menjadi 3 lokasi kegiatan, yaitu lokasi tanaman menghasilkan, pembibitan dan tanaman belum menghasilkan.

Peserta diberikan materi dan contoh jenis sawit, teknik memanen yang baik serta efektif. Peserta antusias dan menikmati kunjungan lapang yang dilakukan dinilai dari banyaknya pertanyaan yang diajukan oleh peserta.

“Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi wadah bagi para peserta untuk mendapatkan pengetahuan secara lebih luas dan spesifik lagi mengenai dunia industri PKS, dan agar dapat bermanfaat bagi diri, dan kemajuan Sawit Indonesia,” ujar Hariyadi

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini