Stok Beras BULOG Semarang 81.600 Ton, Cukup hingga Panen Raya 2027

0
Pemimpin Kantor Cabang (Kancab) BULOG Kantor Cabang Semarang, Yudha Ajipribawa
Pemimpin Kantor Cabang (Kancab) BULOG Kantor Cabang Semarang, Yudha Ajipribawa ditemui di Kompleks Pergudangan Tambakaji, Kota Semarang, Jumat (30/10).

Perum BULOG Kantor Cabang Semarang memiliki stok beras sekitar 81.600 ton. Persediaan tersebut diperkirakan mampu menopang kebutuhan penyaluran selama empat hingga lima bulan ke depan, atau hingga memasuki musim panen raya pada Februari–Maret 2027.

Pemimpin Kantor Cabang (Kancab) BULOG Kantor Cabang Semarang, Yudha Aji Pribawa, mengatakan stok beras tersebut tersebar di sejumlah kompleks pergudangan yang berada di wilayah kerjanya.

“Nah, di Perum BULOG Kancab Semarang sendiri saat ini total stoknya mencapai 81.600 ton kurang lebih,” kata Yudha saat ditemui di Kompleks Pergudangan Tambakaji, Kota Semarang, Jumat (30/10).

Dari total stok tersebut, sebanyak 6.300 ton berada di Gudang Tambakaji. Persediaan itu merupakan bagian dari Cadangan Beras Pemerintah (CBP), termasuk beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) yang telah dikemas dalam ukuran lima kilogram.

Yudha menjelaskan, CBP digunakan untuk sejumlah keperluan pemerintah, yaitu bantuan pangan, stabilisasi pasokan dan harga melalui SPHP, serta cadangan untuk penanganan bencana alam. Sebagian lainnya dialokasikan untuk kebutuhan tertentu TNI dan Polri.

Penyaluran beras terbesar di wilayah kerja BULOG Semarang berasal dari program bantuan pangan. Dalam tiga bulan terakhir, rata-rata pengeluaran beras mencapai 20.000 hingga 22.000 ton per bulan.

“Untuk di Kancab Semarang sendiri total kami rata-rata pengeluaran bulanan jika yang terbesar itu adalah program pemerintah bantuan pangan,  flashback 3 bulan terakhir ini disekitaran 20.000 sampai 22.000 ton per bulan,” ujarnya. 

Dengan tingkat penyaluran tersebut, Yudha memperkirakan stok yang tersedia masih mencukupi untuk empat hingga lima bulan ke depan.

Periode itu diperkirakan bertepatan dengan musim panen raya yang diprediksi berlangsung pada Februari hingga Maret 2027. Pada saat itu, BULOG berharap dapat kembali menyerap gabah dan beras dari petani untuk mengisi persediaan.

“Artinya kalau kita hitung dari sekarang maju ke depan, ini akan jatuh kepada saat musim panen, musim MT 1 nanti kurang lebih di Februari atau Maret ya. Ini sekarang Oktober, November, Desember, Januari, Februari, nanti di Maret kita sudah restock lagi,” jelasnya. 

BULOG Semarang memiliki kapasitas gudang sekitar 105.000 ton. Fasilitas penyimpanan itu tersebar di delapan kompleks pergudangan, antara lain Tambakaji, Mangkang, Randugarut, Sumberejo, Depok di Grobogan, Katonsari di Demak, dan Harjosari di Bawen.

Yudha menyebut, kapasitas penyimpanan yang tersedia saat ini masih menyisakan ruang sekitar 20.000 ton. Namun, tingginya penyerapan gabah dan beras petani membuat BULOG juga memanfaatkan gudang sewa maupun gudang pinjam pakai.

Kompleks Pergudangan Tambakaji, Kota Semarang, menjadi salah satu tempat penyimpanan beras hasil pengadaan BULOG dari petani.

Sebelum disimpan, gabah yang dijemput dari petani dibawa ke Sentra Penggilingan Padi (SPP) Kendal untuk diproses menjadi beras. Setelah digiling, beras dikemas dalam karung berukuran 50 kilogram, kemudian diangkut menggunakan truk menuju gudang BULOG di Kompleks Pergudangan Tambakaji.

Setibanya di gudang, petugas BULOG kembali memeriksa beras yang masuk, terutama dari sisi jumlah dan kondisi kemasan. Pemeriksaan dilakukan untuk memastikan tidak ada karung yang rusak, pecah, maupun beras yang basah akibat proses pengangkutan.

Pemeriksaan tersebut dilakukan di area bongkar muat sebelum beras dimasukkan ke dalam gudang. Beras yang lolos pemeriksaan kemudian ditata dan disimpan di dalam gudang. Sementara itu, beras yang tidak memenuhi standar dipisahkan untuk dikembalikan ke SPP Kendal agar kualitasnya dapat diperbaiki.

Reporter: Supianto

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini