Kementan Pastikan Stok CPO dalam Negeri Aman

0

Perkembangan ekspor kelapa sawit Indonesia sangat dipengaruhi oleh produksi Crude Palm Oil (CPO) atau minyak sawit mentah dalam negeri dan ketersediaan stok CPO domestik.

Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Direktorat Jenderal (Ditjen) Perkebunan memastikan stok CPO dalam negeri tercukupi, sehingga ekspor CPO terus dilakukan dan mengalami peningkatan secara signifikan.

“Kami mencatat ekspor CPO terus mengalami peningkatan secara signifikan, seiring dengan kenaikan produksi dan ketuntasan panen yang optimal di awal 2024 yang mempengaruhi hari panen juga produksinya,” kata Direktur Jenderal Perkebunan, Andi Nur Alam Syah dikutip dalam siaran resminya, Jakarta, Jumat (31/5).

Menurut Andi Nur, berdasarkan data BPS dan Aprobi pada periode September 2023 hingga Januari 2024, ekspor CPO tercatat pada September 2023, volume ekspor CPO mencapai 241.506 ton dan naik pada November 2023 sebesar 545.809 ton.

Pada Januari 2024, ekspor CPO tercatat sebesar 347.044 ton sehingga total ekspor CPO pada tahun 2023 adalah sebesar 3.595.946 ton.

Dikatakan Andi Nur, kinerja ekspor CPO pada periode 2023 tersebut masih lebih tinggi dibandingkan kinerja ekspor CPO pada periode sebelumnya tahun 2022 yaitu sebesar 3.455.677 ton, sehingga mengalami kenaikan ekspor CPO sebesar 4,1 persen secara year-on-year.

“Proporsi ekspor CPO pada tahun 2023 berbanding dengan ekspor olahan sawit yang berada dalam binaan Kementan adalah sebesar 34 persen berbanding 66 persen. Hal ini menunjukkan bahwa produk hilir sawit lebih banyak diekspor dibandingkan bahan baku sawit,” ungkap Andi Nur.

Di sisi lain, lanjut dia, kinerja serapan biodiesel dalam negeri cenderung stabil sepanjang 2023 hingga Januari 2024 dengan total volume distribusi dalam negeri mencapai 13.345.116 KL, jauh di atas volume ekspor CPO pada periode yang sama.

Selain itu, tercatat kinerja ekspor biodiesel di tahun 2023 – Januari 2024 mencapai 193.557 KL, hal ini menunjukkan program biodiesel yang diluncurkan pemerintah berjalan dengan baik.

Andi Nur mengungkapkan, berdasarkan data yang diolah Ditjen Perkebunan, harga CPO di pasar internasional tidak berfluktuasi secara dinamis.

Diketahui harga CPO tertinggi sepanjang tahun 2023 adalah pada bulan April 2023 sebesar US$ 1.005 per kg dan harga terendah tercatat pada Oktober 2023 sebesar US$ 804 per kg, sedangkan pada bulan Februari 2024, tercatat harga CPO internasional adalah sebesar US$ 856 per ton.

“Dari data yang kami catat, membuktikan harga CPO internasional pada tahun 2023 – Februari 2024 tidak terdampak program biodiesel,” imbuh Andi Nur.

Sebagai informasi, CPO atau minyak sawit berperan sangat penting dalam mengatasi ketahanan pangan dan defisiensi nutrisi, menjadikannya sumber daya yang sangat diperlukan untuk kesehatan masyarakat.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini