Aktivitas ekspor buah dan rempah nasional mengalami peningkatkan selama periode Januari-Maret 2024.
Hal ini berdasarkan data Economist Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) Kementerian Keuangan, dikutip pada siaran resmi Kementerian Pertanian (Kementan), Minggu (17/6).
Berdasarkan data tersebut, ekspor produk buah-buahan mencapai US$262,44 juta atau naik 65,37 persen year on year (YoY) dari US$158,70 juta pada periode Januari-Maret 2023.
Sedangkan produk rempah, masih berdasarkan data tersebut, mencapai US$178,47 juta atau meningkat 13,58 persen YoY apabila dibandingkan periode yang sama tahun 2023.
Kepala Divisi NIA, Trade Finance & Financing (NTF) LPEI, Berlianto Wibowo mengatakan, pihaknya terus mendorong ekspor produk organik hortikultura ke berbagai negara, khususnya Eropa dan Amerika Serikat.
Selain itu, dia juga mendukung penuh para pelaku usaha dalam negeri untuk meningkatkan skala ekspor mereka dengan terus mengembangkan usahanya melalui pemberian fasilitas PKE.
Hingga bulan April 2024 tercatat LPEI telah melakukan disbursement fasilitas PKE hingga Rp 15.2 triliun dengan total lebih dari 90 negara tujuan ekspor.
“Salah satu upaya dalam mendukung pelaku Usaha Kecil dan Menengah (UKM), LPEI memberikan dukungan melalui fasilitas PKE UKM,” kata Berlianto.
Sementara itu, Kepala Biro Humas dan Informasi Publik Kementan, Kuntoro Boga Andri menegaskan, pihaknya terus mendorong peningkatan produksi dan ekspor buah unggulan nasional melalui berbagai program.
Apalagi, menurut Kuntoro, Indonesia memiliki lahan pertanian subur yang dapat mendukung potensi ekspor buah dan rempah.
“Menteri Pertanian (Andi Amran Sulaiman) juga terus mendorong petani buah dan rempah untuk meningkatkan produksinya sehingga ke depan bisa merambah ekspor,” ujar Kuntoro.
Kuntoro menambahkan salah kegiatan Kementan saat ini yang dilakukan adalah menyelenggarakan “A Day of Indonesia’s Hortus Colere: Indonesian Horticulture Go Global”.
Kegiantan ini merupakan rangkaian upaya pemerintah dalam mempromosikan produk horti Indonesia ke pasar internasional.
“A Day of Indonesia’s Hortus Colere ini bertujuan mendorong produk hortikultura dalam negeri menuju kancah global, serta mengangkat perekonomian para petani hortikultura Indonesia,” jelas dia.
Untuk diketahui, berdasrkan data Badan Pusat Statistik (BPS), ekspor produk buah-buahan nasional pada 2023 berkontribusi sebesar US$637,93 juta dengan total volume ekspor meningkat 10,28 persen YoY yang mencapai 1,20 juta ton.
Sedangkan rempah-rempah mencapai US$613,79 juta dengan peningkatan volume hingga 26,75 persen yang mencapai 157,79 ribu ton.






























