KADIN: Cintai Produk-Produk Berbahan Baku Minyak Sawit

0
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Saat ini semua negara termasuk Indonesia masih berperang melawan pandemi COVID-19. Lockdown dan social distancing untuk memutus penyebaran mata rantai virus akan kembali diterapkan dalam mencegah penyebaran COVID-19.

Hal ini menyebabkan menurunnya secara signifikan aktivitas ekonomi masyarakat di berbagai negara, terutama negara-negara yang paling parah dilanda pandemi COVID-19. Indonesia sebagai salah satu negara dengan perekonomian terbesar di Asia Tenggara ikut terimbas atas gejolak ekonomi dunia akibat pandemi COVID-19.

Untuk mengatasi hal ini Presiden Joko Widodo telah menekankan bahwa Indonesia memerlukan pengembangan sektor pangan membutuhkan cara-cara baru yang inovatif, yaitu dengan skala produksi yang lebih besar, peran sentral korporasi petani, mengedepankan nilai tambah di tahap on farm maupun off farm, teknologi modern yang lebih efisien dan produktif, serta memberikan kesejahteraan yang lebih baik pada para petani dan sektor-sektor pendukungnya.

Dalam acara virtual Indonesia Palm Oil Conference (IPOC) 2020, 3 Desember 2020, Franky O. Widjaja selaku Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia Bidang Agribisnis, Pangan, dan Kehutanan menyatakan bahwa perlu diimplementasikan Inclusive Close Loop yang menempatkan petani di titik tengah lingkar, dan mengaitkan seluruh elemen mulai dari perusahaan yang memberikan garansi off-take, bank dan asuransi, koperasi yang menyalurkan kredit yang diberikan oleh bank dan penanganan angsuran, pemerintah (yang menjamin ketersediaan lahan, sertifikasi, infrastruktur dan irigasi dan jalan), dan GAP (Good Agriculture Practice) yang memungkinkan benih dan pupuk berkualitas, mekanisasi, pengembangan kapasitas dan teknologi.

“Hanya dengan melakukan itu, kita dapat mencapai The Indonesia Dream: The Next Trillion Dollars.” Ujar Franky

Inclusive close loop model ternyata sangat berhasil karena melibatkan seluruh loop dalam value chain yaitu program pelatihan, akses terhadap benih bersertifikasi, GAP termasuk dosis pupuk yang tepat, akses terhadap pendanaan, perjanjian offtake yang terjamin, serta akses terhadap teknologi dan digitalisasi

“Kami ingin menghimbau kita semua agar mencintai produk-produk sawit karena merupakan solusi untuk dunia.” Kara Franky.(*)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini