
Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas), Andi Amran Sulaiman memastikan ketersediaan dan stok pangan nasional dalam kondisi aman menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional, termasuk Ramadan dan Idulfitri.
Demikian dia sampaikan pada acara Gerakan Pangan Murah (GPM) Serentak yang dilaksanakan di Pasar Tani, Kementerian Pertanian Jl. Harsono RM 3, Ragunan, Jakarta Selatan, Kamis (13/2).
Amran menegaskan, saat ini Indonesia telah mencapai swasembada pada sembilan komoditas utama, yakni beras, jagung, bawang merah, cabai, telur, dan daging ayam.
“Kita sekarang sudah swasembada 9 komoditas, beras, jagung (jagung pakan tidak impor). Kemudian bawang merah. Kemudian cabe, telur, ayam, kita sudah swasembada,” ujar Amran.
Bahkan, lanjut dia, komoditas strategis lain yang selama ini masih mengandalkan impor seperti kedelai, bawang putih, dan daging, ketersediaan stoknya juga dalam kondisi cukup dan aman untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
“Jadi, sekarang alhamdulillah menghadapi bulan suci Ramadan, angka-angka ini surplus. Termasuk yang impor stoknya banyak,” kata Amran.
Oleh karena itu, Amran yang juga menjabat sebagai Menteri Pertanian memperingatkan para pelaku usaha, khususnya importir, agar tidak memainkan harga maupun pasokan pangan menjelang Ramadan.
Dia menegaskan, pemerintah tidak akan ragu mengambil langkah tegas terhadap pihak yang terbukti melakukan pelanggaran.
“Tolong yang impor, tolong jangan permainkan keadaan. Tolong sekali lagi, kalau aku dapatkan Bapak berakhir menjadi importir. Kalau aku dapatkan, itu adalah terakhir Anda menjadi importir,” tegas Amran.
Menurut dia, pengalaman delapan tahun berada di kabinet menjadi pelajaran bahwa imbauan saja tidak cukup jika tidak diikuti kepatuhan.
“Tahun ini enggak ada kompromi lagi menghimbau. Izinnya kami cabut. Seluruh kewenangan kami, kami cabut, pidananya kami serahkan ke Satgas,” sambung dia.
Amran juga meminta jajaran aparat penegak hukum, mulai dari Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Dirkrimsus) di tingkat Polda hingga Kasat Reskrim di seluruh Polres, untuk bertindak tegas terhadap pelanggaran yang merugikan masyarakat.
“Tolong tindak tegas yang melakukan pelanggaran yang tanggung jawab Menteri Pertanian. Kalau harus ditukar aku yang tanggung jawab manakala Bapak tanda petik ada intervensi. Aku ambil alih tanggung jawab itu. Risikonya pada saya,” kata dia.
Amran menekankan, stabilitas harga pangan menjadi perhatian serius Presiden Prabowo Subianto, bahkan kerap dipantau langsung, terutama untuk komoditas daging dan ayam.
“Jangan kita pusingkan presiden kita. Banyak yang dipikirkan beliau. Dan beliau selalu katakan jaga rakyat, berpihak pada rakyat. Sekali lagi tetapi aku lihat pengusaha baik-baik,” imbuh dia.





























