
Kementerian Pertanian (Kementan) terus mempercepat penyaluran bantuan kemanusiaan bagi masyarakat terdampak banjir dan longsor di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat melalui program Kementan Peduli.
Hingga saat ini, proses pengiriman bantuan Tahap II masih berlangsung, sementara Tahap III tengah disiapkan untuk diberangkatkan menggunakan Kapal Perang Republik Indonesia KRI Makassar-590.
Sebelumnya, pada pengiriman Tahap II, bantuan Kementan Peduli telah diberangkatkan menggunakan KRI Surabaya-936 dari Pelabuhan Tanjung Priok. Seluruh bantuan ditujukan untuk mempercepat pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat terdampak di wilayah tujuan.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengatakan, penyaluran Tahap III merupakan kelanjutan dari rangkaian percepatan bantuan kemanusiaan yang telah dilakukan sejak Tahap I dan Tahap II, baik melalui jalur udara maupun laut.
“Hingga saat ini, proses pengiriman Tahap II masih berjalan, sementara Tahap III akan dikirim menggunakan KRI Makassar-590,” ujar Amran dalam keterangan resmi di Jakarta, Senin (15/12).
Berdasarkan laporan terakhir, proses pemuatan telah dilakukan terhadap 22 unit kendaraan. Sementara itu, sisa bantuan yang masih dalam tahap pemuatan terdiri atas 19 unit kendaraan serta 153 paket bantuan yang masih berada di gudang.
Proses pemuatan ditargetkan rampung dalam waktu dekat sebelum KRI Makassar-590 diberangkatkan menuju lokasi bencana.
Amran menegaskan, seluruh proses distribusi dilakukan secara bertahap, menyesuaikan kesiapan armada dan kondisi teknis pelabuhan.
“Bantuan ini adalah amanah. Prinsip kami jelas, distribusi harus cepat, tepat sasaran, dan dikawal sampai benar-benar diterima masyarakat terdampak. Tahap III ini merupakan lanjutan dari percepatan yang terus kami lakukan,” tegas dia.
Bantuan yang disalurkan mencakup kebutuhan pokok dan perlengkapan darurat, yang telah disesuaikan dengan hasil koordinasi bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan pemerintah daerah setempat.
Selain itu, Kementan memastikan pengawalan dilakukan secara ketat sejak proses pemuatan di dermaga hingga bantuan diterima di daerah tujuan. Setiap pengiriman disertai mekanisme serah terima resmi kepada pihak berwenang sebelum disalurkan ke titik-titik terdampak.
“Semua bantuan kami kawal, dari dermaga hingga diterima masyarakat. Ini tanggung jawab moral kami, karena bantuan ini berasal dari pegawai Kementerian Pertanian dan mitra strategis yang menitipkan amanahnya,” ujar Amran.
Untuk memastikan kelancaran distribusi, Kementan terus memperkuat koordinasi lintas instansi, termasuk dengan TNI Angkatan Laut, BNPB, serta pemerintah daerah.
“Kita bekerja bersama. Negara hadir melalui kolaborasi semua pihak. Yang terpenting, masyarakat terdampak segera mendapatkan bantuan dan bebannya bisa berkurang,” pungkas Amran.





























