BPDPKS Berikan Dana 3,15 Milyar untuk Peremajaan Kelapa Sawit di Siak

0
kebun sawit hortus
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) memberikan dana sebesar Rp 3,15 miliar untuk Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) Gabungan Kelompok Tani Manunggal Sakti pada lahan seluas 126 hektare di Siak, Medan.

Lahan yang dikelola Gapoktan Manunggal Sakti merupakan lokasi kebun demplot yang dipilih PT Riset Perkebunan Nusantara untuk kepentingan pendampingan kebun peserta PSR.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada PT Riset Perkebunan Nusantara yang memilih Gapoktan Manunggal Sakti sebagai lokasi kebun demplot, untuk kepentingan pendampingan kebun peserta PSR,” ujar Deputi Menko Perekonomian Musdhalifah Machmud, dalam acara peluncuran Program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) atau replanting yang berstandar Good Agriculture Practices (GAP) yang diadakan di Kampung Sialang Sakti, Kabupaten Siak, pada Senin (14/10).

Menurut Musdhalifah, keberhasilan PSR membutuhkan kerja sama kemitraan antara pekebun dengan pelaku usaha perkebunan sawit serta lembaga penelitian.Program PSR Pola GAP ini merupakan terobosan strategis dan berkonsep berkesinambungan (sustainable).

Langkah awal ini dilakukan untuk mencapai target peremajaan sawit rakyat seluas 180 ribu hektare di tahun ini, berbagai percepatan dilakukan Kemenko Perekonomian dan Kementerian Pertanian melalui Dirjen Perkebunan. Salah satunya adalah kolaborasi BUMN, Lembaga Riset dan organisasi petani sawit Apkasindo (Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia). Seperti yang dilakukan Riset Perkebunan Nusantara (RPN) bekerja sama dengan Apkasindo, PTPN V, Pemkab Siak dan PPKS Medan di Kabupaten Siak.

Hadir dalam peresmian ini yaitu Deputi Menko Perekonomian Musdhalifah Machmud, Gubernur Riau H Syamsuar, Dirut PT RPN Dr Teguh Wahyudi, Bupati Siak Alfedri, Ketua Umum DPP Apkasindo Gulat Medali Emas Manurung, Ketua Umum Asosiasi Petani Kelapa Sawit Perkebunan Inti Rakyat (Aspek-PIR), Dirut PTPN V Jatmiko Krisna Santosa dan Direktur PT Permodalan Ekonomi Rakyat (PER) David.

Gubernur Syamsuar juga memberikan apresiasi PT RPN dan berbagai pihak yang membantu pelaksanaan PSR berstandar GAP di Siak. Dia berharap penanaman sawit ini dapat menjadi momentum dan sekaligus terobosan untuk percepatan PSR yang sudah dicanangkan oleh Presiden Joko Widodo.

“Semoga Implementasi GAP sebagai Konsep Riau Hijau menjadi upaya mengurangi kebakaran lahan dan mematuhi kebijakan moratorium gambut pemerintah pusat,” kata Syamsuar.

Dirut PT RPN Teguh Wahyudi menuturkan tujuan pembangunan kebun sawit sesuai prinsip GAP untuk dijadikan percontohan di beberapa tempat, terutama di wilayah sentra produksi perkebunan sawit seperti Riau.

“Secara berkala kebun demplot tersebut akan dievaluasi khususnya pelaksanaan GAP. Kami bisa membantu bimbingan dan pelatihan kepada kelompok tani di wilayah kebun tersebut, bimbingan dan pendampingan ini secara totalitas dari berbagai aspek agronomis kelapa sawit,” ujar Teguh.

Sementara itu, Bupati Siak Alfedri mengungkapkan luas kebun sawit rakyat yang harus diremajakan di Siak mencapai 22 ribu hektare. Sepanjangan tiga tahun terakhir, baru terealisasi 1.217 hektare. “Memang masih minim. Tapi kami yakin dengan penerapan pola ini akan semakin memicu percepatan PSR di Siak,” ujar Alfedri.

Ketua Umum DPP Apkasindo, Gulat berharap setelah launching ini agar RPN juga melakukan pendampingan kebun berstandar GAP juga dikembangkan dan dilakukan di 21 Provinsi DPW Apkasindo lainnya. “Petani sawit sangat menginginkan pendampingan seperti ini supaya kebun sawitnya lebih yakin akan keberhasilannya,” imbuhnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini