
Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani menyatakan, pihaknya akan membuka 146 kios di Perumda Pasar Jaya Jakarta sebagai solusi menjaga stabilitas harga pangan strategis selama Ramadhan hingga Idulfitri 1447 H.
Solusi ini diambil melalui rapat koordinasi bersama Perumda Pasar Jaya, Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan Usaha Kecil dan Menengah (PPKUKM) Provinsi DKI Jakarta, serta pemangku kepentingan di Kantor Pusat Bulog, Jakarta, Sabtu (21/2).
“Nanti Bulog akan diberikan ruangan, satu ruangan atau los ataupun kios di masing-masing pasar sebagai perpanjangan tangan gudang Bulog yang ada di masing-masing pasar,” ujar dia.
Dengan adanya kios ini, para pengecer tidak perlu lagi membeli minyak, beras, maupun gula langsung ke gudang Bulog, cukup mengambil stok di kios yang telah disiapkan kepala dinas pasar.
“Sehingga mempermudah cara pembelian, mempercepat cara pembelian, termasuk juga meringankan para pengecer untuk tidak mengeluarkan cost biaya ongkos angkut. Ini harapannya,” ungkap Rizal
Rizal juga menegaskan, Bulog hanya melayani pedagang yang direkomendasikan Pasar Jaya dan memiliki Nomor Induk Berusaha (NIB) agar penyaluran tepat sasaran.
Karena itu, dia mengimbau para pengecer untuk segera memiliki NIB. Dengan NIB, penyaluran minyak goreng dari Bulog ke pengecer dapat dilakukan sesuai aturan Permendag, sehingga tepat sasaran dan terkontrol.
“Kami menghimbau kepada para pengecer untuk juga segera mendaftarkan diri membuat NIB kepada Dinas Perdagangan,” kata Rizal.
Selain itu, Bulog dan Pasar Jaya menyiapkan langkah kedua untuk mengantisipasi praktik penjualan di atas harga eceran tertinggi (HET) maupun harga acuan pemerintah (HAP).
Dalam waktu dekat, PD Pasar Jaya akan memasang papan pengumuman berisi daftar harga beras medium, beras premium, Minyakita, gula, dan tepung. Dengan harga yang sudah terpampang, pengecer tidak memiliki alasan menaikkan harga melebihi ketentuan.
“Dengan harga-harga tersebut sudah terpampang sehingga tidak ada lagi alasan mereka ya menaikkan harga tidak sesuai dengan HET maupun HAP,” ujar dia.
Langkah ini juga akan mempermudah Satuan Tugas (Satgas) Pangan dalam mengendalikan harga, karena pengawasan cukup dengan menunjukkan banner atau layar harga yang telah dipasang.
“Ada dua solusi yang untuk mempermudah pengendalian harga maupun mempermudah para pengecer mendapatkan stok barang minyak, gula, dan beras dari Bulog di masing-masing kios yang telah disiapkan oleh Pasar Jaya,” imbuh dia.




























