Bulog Gandeng TNI AD Kawal Penyerapan Gabah Petani

0
petani sedang mejemur gabah.
Petani mengenakan topi anyaman bambu saat menjemur gabah hasil panen di pinggir jalan. Dok. Kementerian Pertanian

Perum Bulog dan TNI Angkatan Darat (TNI AD) memperkuat pengawalan penyerapan gabah petani hingga desa sebagai langkah menjaga harga gabah, stok beras, dan ketahanan pangan nasional.

Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani menyampaikan bahwa kolaborasi dengan TNI Angkatan Darat memiliki peran strategis, terutama dalam mendukung pengawalan penyerapan gabah hingga ke tingkat desa.

Melalui penyerapan gabah yang maksimal, Bulog berupaya menjaga keseimbangan stok nasional, menstabilkan harga di tingkat petani dan konsumen, serta memperkuat cadangan pangan pemerintah.

“Sinergi Bulog dengan TNI AD, khususnya melalui peran Babinsa di lapangan, sangat penting untuk memastikan penyerapan gabah petani berjalan cepat, merata, dan tepat sasaran,” ujar Rizal setelah bertemu dengan Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak di Jakarta, Rabu (28/1).

Menurut dia, keberadaan Babinsa yang bersentuhan langsung dengan petani di wilayah binaan akan memperkuat proses pendampingan selama masa panen raya. Hal ini sekaligus membantu Bulog memperoleh data dan informasi lapangan secara lebih akurat, sehingga proses penyerapan dapat dilakukan secara responsif.

“Kami ingin memastikan petani mendapatkan kepastian serapan dan harga yang wajar. Dengan keterlibatan Babinsa, diharapkan potensi kendala di lapangan dapat segera diantisipasi, sehingga hasil panen petani benar-benar terlindungi,” lanjut dia.

Lebih lanjut, Rizal menegaskan bahwa sinergi antara Bulog dan TNI AD ini merupakan bagian dari upaya jangka panjang untuk memperkuat kedaulatan pangan nasional.

“Penyerapan gabah bukan hanya soal stok, tetapi juga tentang keberpihakan kepada petani dan keberlanjutan sistem pangan nasional. Ini adalah fondasi penting menuju ketahanan dan swasembada pangan yang berkelanjutan,” imbuh dia.

 

Reporter: Supianto

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini