Gubernur Sherly Laos Petakan Potensi Pertanian Maluku Utara

0
Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda memberikan keterangn pers setelah bertemu dengan Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman di Kantor Pusat Kementerian Pertanian (Kanpus Kementan, Jakarta, Senin, 3 Maret 2024.

Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda, bertemu dengan Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman untuk membahas potensi pertanian di Maluku Utara dalam rangka mewujudkan swasembada pangan.

Kepada awak media setelah bertemu Mentan Amran, Sherly mengatakan akan kembali ke Maluku Utara untuk berdiskusi dengan bupati dan walikota setempat guna memetakan potensi tanaman pangan, perkebunan, dan peternakan.

“Kami akan balik ke Maluku Utara bertemu dengan 10 kepala daerah, bupati dan wali kota untuk memappingkan potensi-potensi lahan yang cocok untuk tanaman pangan, perkebunan dan pertanakan,” kata Sherly di Jakarta, Senin (3/3).

Sherly juga mengungkapkan, Mentan Amran dan Wakil Menteri Pertanian, Sudaryono, memberikan respons positif serta dukungan penuh terhadap upaya Maluku Utara untuk mandiri dalam sektor pangan.

“Kami akan mengatur jadwal kembali bersama-sama dengan 10 kepala daerah saya bawa dari Maluku Utara untuk bertemu dengan Pak Menteri untuk menfinalisasi perencanaan ketahanan pangan di Maluku Utara,” kata Sherly.

Sherly mengatakan, Maluku Utara memiliki sejumalah komoditas unggulan seperti kelapa, cengkeh, dan pala. Namun saat ini dibutuhkan program peremajaan untuk meningkatkan produktivitasnya.

Sherly menjelaskan bahwa data tentang luasan kelapa, cengkeh, dan pala yang perlu diremajakan belum tersedia. Dia menyatakan akan menyampaikan data tersebut setelah melakukan pemetaan.

“Untuk data pastinya belum ada karena saya baru akan balik untuk memetakan semuanya. Tetapi secara lisan banyak yang perlu diremajakan kembali dan banyak yang produktivitasnya perlu ditingkatkan,” ujar Sherly.

Sementara itu, terkait sektor peternakan, Sherly mengatakan pihaknya akan menyiapkan lahan seluas 30–40 ribu hektare untuk peternakan sapi dan pembukaan lahan baru padi dan jagung.

“Maluku Utara itu belum ada peternakan, sehingga akan dibuat lahan yang besar, peternakan, sehingga bisa mandiri meng-supply provinsinya sendiri,” kata dia. “Untuk tanaman pangan akan ada pembukaan lahan-lahan baru khususnya tanaman pangan, jagung dan padi.”

Hal ini mengingat kondisi saat ini, di mana Maluku Utara masih jauh dari kemandirian pangan. Provinsi ini masih mengimpor banyak bahan pangan dari Jawa dan Makassar.

“Untuk itu, dengan perkembangan industri pertambangan, sayang sekali jika kita terus mengambil dari provinsi lain. Kita berharap bisa swasembada pangan dalam waktu dekat sehingga bisa meningkatkan kesejahteraan dari petani,” kata dia.

Sherly optimistis bahwa swasembada pangan dapat tercapai di Maluku Utara, mengingat sekitar 80 persen dari masyarakat di provinsi tersebut adalah petani. Meskipun begitu, dia mencatat, peningkatan sumber daya manusia (SDM) masih menjadi tantangan yang perlu diatasi.

“SDM-nya masih perlu ditingkatkan juga.  Karena pada dasarnya Maluku Utara itu budayanya adalah tanaman tahunan, kelapa, cengkeh, pala,” kata dia. “Biasanya yang melakukan tanaman pangan seperti padi itu dari Bugis, dari Jawa. Dan itu jumlahnya mungkin belum terlalu banyak.”

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini