Hari Pertama TEI 2026, 168 MoU dengan Buyer dari 22 Negara Senilai US$13,2 Miliar

0
Menteri Perdagangan (Mendag), Budi Santoso
Menteri Perdagangan (Mendag), Budi Santoso. (Foto: Humas Kemendag)

Sebanyak 168 nota kesepahaman (MoU) antara eksportir Indonesia dan buyer dari 22 negara dijadwalkan ditandatangani pada hari pertama Trade Expo Indonesia (TEI) ke-41, Rabu (14/10), dengan nilai total US$13,2 miliar.

Demikian disampaikan Menteri Perdagangan (Mendag), Budi Santoso alias Busan pada acara pembukaan TEI 2026 di ICE BSD City, Kabupaten Tangerang, Rabu (14/10).

“Pada kesempatan yang berbahagia ini juga dapat kami laporkan bahwa pada hari ini, pada sore nanti akan dilakukan penandatanganan sebanyak 168 MoU antara eksportir dengan buyer dari 22 negara dengan nilai total 13,2 miliar US Dollar,” ujarnya.

Menurutnya, penandatanganan MoU tersebut merupakan hasil penjajakan yang dilakukan perwakilan perdagangan Indonesia di luar negeri untuk mempertemukan eksportir nasional dengan calon pembeli potensial.

“MoU ini dapat terjadi karena sejak dari awal pelaksanaan TEI, para ITPC dan Atase Perdagangan di luar negeri terus melakukan penjajakan dengan buyer potensial,” ujar Busan

Hingga pembukaan TEI 2026, sebanyak 16.885 buyer telah terdaftar. Dari jumlah tersebut, 8.092 merupakan buyer luar negeri yang berasal dari 134 negara. Adapun jumlah peserta pameran ditargetkan mencapai 1.873 eksibitor, dengan target pengunjung sebanyak 30.000 orang.

Produk yang ditampilkan dalam pameran ini meliputi makanan dan minuman, produk pertanian, manufaktur, fesyen dan kriya, furnitur serta dekorasi rumah. TEI juga menghadirkan kawasan industri untuk menarik minat investor.

Penyelenggaraan TEI menjadi salah satu upaya pemerintah untuk memperluas pasar ekspor dan mempertemukan eksportir Indonesia dengan buyer dari berbagai negara.

Busan mencatat, ekspor Indonesia pada Januari hingga Agustus 2026 tumbuh 4,74 persen menjadi US$193,64 miliar, dibandingkan US$184,89 miliar pada periode yang sama tahun lalu. Pada periode tersebut, Indonesia juga mencatat surplus neraca perdagangan sebesar US$7,25 miliar.

“Secara kumulatif, hingga bulan Agustus ini kita mencatatkan surplus neraca perdagangan sebesar 7,25 miliar US Dollar,” ujarnya.

Dia mengatakan, pemerintah terus mendorong pertumbuhan ekonomi melalui tiga fokus program Kementerian Perdagangan, yakni pengamanan pasar dalam negeri, perluasan pasar ekspor, serta mendorong produk lokal menembus pasar global.

Adapun pada TEI 2026, Kemendag menargetkan transaksi sebesar US$17,5 miliar dengan melibatkan 1.873 eksibitor dan menjaring 30.000 pengunjung.

Reporter: Supianto

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini