Kejar Swasembada, Mentan Amran Batasi Impor Susu

0
susu sapi segar
Produksi susu sapi segar. (Foto: Kementan)

Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman mengatakan Presiden Prabowo Subianto telah menerbitkan Instruksi Presiden (Inpres) yang mengatur pembatasan impor susu. Menurut Amran, impor hanya akan dilakukan apabila produksi susu dalam negeri belum mampu memenuhi kebutuhan nasional.

Pernyataan itu disampaikan Amran saat menghadiri peletakan batu pertama pembangunan peternakan sapi perah terpadu berkelas dunia dan terbesar se-Indonesia di Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, Senin (20/7).

Mentan Amran mengatakan, kebijakan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah mendorong peningkatan produksi susu dalam negeri sekaligus memperkuat posisi peternak lokal.

“Kita buka data, kalau bicara pakai data karena banyak orang hobi memfitnah. Ini data, dulu pada saat Pak Harto, Ibu Titiek mungkin kenal Pak Harto ya Bu, ini impor hanya 40 persen. Tapi karena saran IMF waktu itu reformasi macam-macam, diterima. Pasar bebas, ibaratkan petinju Elias Pical diperhadapkan dengan Mike Tyson tetapi tidak ada wasit, bisa bayangkan seperti apa Elias Picalnya di ring. Pasar bebas nih, akhirnya impor terus, sekarang sudah 82 persen. Kenapa dibiarkan masuk?”

Mentan Amran yang juga Ketua Umum Badan Pengurus Pusat Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (BPP KKSS) itu mengatakan pemerintah kini mengambil langkah berbeda melalui kebijakan Presiden.

“Baru-baru Bapak Presiden keluarkan Inpres, ada larangan terbatas, selama peternak mampu produksi susu kami tidak akan impor. Jadi itu sudah kesepakatan. Setuju?,” uarnya

Ia menambahkan Indonesia telah mencatat capaian swasembada pada sejumlah komoditas pangan sehingga pemerintah optimistis target swasembada susu juga dapat diwujudkan.

“Jagung sudah swasembada untuk pakan, beras sudah, cabai, kemudian ayam, telur kita sudah ekspor, bahkan harganya turun lagi. Benar ada peternak ayam? Turun harganya. Kita sudah swasembada pangan dan swasembada beras,” katanya.

Menurut Mentan Amran, pencapaian swasembada susu membutuhkan kolaborasi berbagai pihak, mulai dari pemerintah pusat, pemerintah daerah, hingga pelaku usaha.

“Pak Gubernur karena Pak Gubernur yang mendapatkan Ibu ini, bisa nggak dapat 20 aja supaya swasembada susu Indonesia?… Mudah! Tapi kita harus bergerak bersama, nggak bisa sendiri-sendiri,” ujarnya.

Mentan Amran  mengatakan Kementerian Pertanian (Kementan) telah menghitung kebutuhan peternak untuk mendukung target tersebut.

“Tahu Bapak Ibu petani padi itu 115 juta orang, nah kita butuh peternak, kami sudah hitung tadi sambil pidato, hitung-hitung kita butuh 462.000,” katanya.

Sementara itu, CEO Savoria Group Ihsan Mulia Putri mengatakan peternakan sapi perah terpadu ini akan menjadi salah satu peternakan berkelas dunia di Indonesia dengan mengedepankan skala produksi, inovasi, keberlanjutan, serta kontribusi sosial ekonomi.

“PT Global Dairy Alami akan menjadi kebanggaan Indonesia. Di sini akan ada peternakan satu percontohan baru berkelas dunia. Selain menghadirkan skala dan inovasi, kami juga fokus dan komit dari segi keberlanjutan dan kontribusi sosial ekonomi,” ujar Ihsan.

Ia menjelaskan, di lahan seluas 710 hektare tersebut nantinya akan dikembangkan populasi 30.000 ekor sapi perah yang ditargetkan menghasilkan 180.000 ton susu segar per tahun.

“Dengan ini peringkat Jawa Tengah akan naik menjadi kedua pemasok susu segar terbesar di Indonesia,” katanya.

Ihsan menambahkan, peternakan sapi perah terpadu ini juga akan menerapkan pola kemitraan dengan masyarakat sekitar. Pola kemitraan tersebut meliputi penyediaan hijauan pakan ternak dan jagung pipil, kemitraan sapi perah, serta kemitraan penggemukan sapi pejantan.

Untuk penyediaan hijauan pakan ternak dan jagung pipil, perusahaan menargetkan kebutuhan pasokan dari lahan seluas 2.000 hektare per tahun. Program ini diproyeksikan melibatkan sekitar 5.000 petani lokal di Kabupaten Brebes dan wilayah sekitarnya, sekaligus menjamin penyerapan hasil panen dengan harga yang kompetitif dan stabil.

Sementara itu, melalui kemitraan sapi perah dan penggemukan sapi pejantan, perusahaan akan memberikan pendampingan kepada peternak rakyat, menyediakan akses terhadap bibit unggul, menjamin pembelian susu segar, serta menjalankan program penggemukan sapi pejantan dengan kapasitas sekitar 7.000 ekor per tahun. 

Reporter: Supianto

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini