Kementerian Pertanian (Kementan) melihat pengembangan tanaman kopi tidak hanya berpotensi meningkatkan produksi, tetapi juga dapat mendukung upaya konservasi lahan.
Plt Direktur Jenderal Perkebunan Kementan, Heru Tri Widarto mengatakan tanaman kopi dapat dimanfaatkan untuk menghijaukan kembali lahan yang sempat gundul, termasuk lahan dengan kondisi kemiringan.
“Dan saya kira tanaman kopi ini juga bagus untuk konservasi ya. Sehingga lahan-lahan di kemiringan yang sempat gundul itu bisa kita hijaukan lagi,” kata Heru saat ditemui dalam perayaan Hari Kopi dan Rakernas Dewan Kopi Indonesia (DEKOPI).
Menurut Heru, penanaman kopi di lahan tersebut dapat memberikan manfaat ganda. Selain menghijaukan kembali lahan, tanaman kopi juga tetap menghasilkan sehingga dapat memberikan manfaat bagi petani.
“Menghijaukan lahan tapi juga memperoleh hasil yang ramah lingkungan,” ujarnya.
Kementan juga mendorong peningkatan produksi kopi melalui program peremajaan dan perluasan tanaman. Heru mengatakan program tersebut pada tahun ini mencakup 85.900 hektare.
Pemerintah berencana menambah cakupan program tersebut pada tahun depan hingga hampir 100.000 hektare. Peremajaan tanaman-tanaman kopi tua diharapkan dapat meningkatkan produksi kopi.
Untuk mendukung program tersebut, Kementan juga menyiapkan bahan tanam bagi petani yang ingin melakukan peremajaan maupun perluasan areal kopi. Heru menyebut sekitar 85,9 juta batang disiapkan tahun ini, sementara tahun depan jumlahnya diperkirakan mencapai sekitar 100 juta batang.
“Jadi itu yang kita sediakan untuk teman-teman petani yang mau melakukan peremajaan atau melakukan perluasan tanam,” kata Heru.
Heru berharap pengembangan kopi dari sisi hulu hingga hilir dapat terus diperbaiki, termasuk pengolahan untuk menghasilkan kopi berkualitas baik untuk kebutuhan ekspor maupun dalam negeri.



























