
Program Sawit Terampil memperluas jangkauan pendampingan bagi pekebun swadaya melalui kerja sama dengan PT United Kingdom Indonesia Plantations (UKINDO), bagian dari Anglo-Eastern Plantations (AEP) Group, di Kabupaten Langkat, Sumatera Utara.
Program ini merupakan bagian dari transformasi rantai pasok minyak sawit berkelanjutan Sinar Mas Agribusiness and Food, melalui kemitraan dan program peningkatan kapasitas untuk mendukung pekebun swadaya memenuhi standar keberlanjutan serta memperkuat pengelolaan usaha mereka.
Sebanyak 1.500 pekebun sawit swadaya pemasok PT UKINDO di Kecamatan Kuala, Kabupaten Langkat, dan Kota Binjai akan mendapatkan pendampingan selama dua tahun, mulai dari tahun 2026 hingga 2028. Kolaborasi ini diharapkan dapat memperkuat transparansi dan praktik keberlanjutan di sekitar wilayah supply base PT UKINDO.
“Kami memandang bahwa penguatan kapasitas pekebun merupakan bagian penting dalam membangun rantai pasok yang transparan dan berkelanjutan. Harapan kami, kolaborasi Program Sawit Terampil ini dapat mendukung pekebun dalam menerapkan praktik perkebunan yang lebih baik dan meningkatkan kesiapan mereka untuk memenuhi kebutuhan rantai pasok secara bertanggung jawab,” ujar EHS and Risk Management Controller, Anglo-Eastern Plantations, Balintang Simanjuntak dalam keterangannya.
Kerja sama ini sejalan dengan inisiatif Collective for Impact, yang mencakup komitmen melatih 100.000 pekebun sawit swadaya hingga tahun 2035, guna membangun rantai pasok minyak sawit yang lebih produktif, tangguh, dan berkelanjutan. Namun, tantangan keberlanjutan tidak dapat diselesaikan oleh satu pihak.
Karena itu, melalui Sawit Terampil, Sinar Mas Agribusiness and Food bekerja sama dengan berbagai pihak, termasuk pekebun swadaya dan pemasok, untuk memperkuat pilar pengadaan bertanggung jawab dalam kerangka keberlanjutan.
“Pendampingan dalam program Sawit Terampil kami lakukan secara bertahap agar pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh pekebun dapat diterapkan secara langsung di tingkat kebun. Program ini juga menghubungkan petani dengan pabrik kelapa sawit (PKS), sehingga dapat membantu PKS menjalin kerja sama yang lebih erat dengan para pelaku di sepanjang rantai pasok mereka. Kami berharap seluruh pihak dapat menerima manfaat dari program pendampingan ini,” ujarHead of Smallholders Department, Sinar Mas Agribusiness and Food, Helena Delima Lumban Gaol.
Inisiatif ini juga menjadi bagian dari kerjasama antara Yayasan Inisiatif Dagang Hijau (IDH), Mondelēz International, dan Sinar Mas Agribusiness and Food dalam program Sustainable Palm Oil Landscape Initiative di Langkat, Sumatera Utara, dan Aceh, yang didukung oleh pemerintah Belanda dan Inggris melalui program National Initiatives for Sustainable Climate Smart Oil Palm Smallholders (NISCOPS).
Program NISCOPS mempertemukan berbagai pemangku kepentingan dengan tujuan menciptakan rantai pasok kelapa sawit yang inklusif, berkelanjutan, dan dapat ditingkatkan skalanya, dengan penekanan pada inklusivitas petani swadaya.
Dalam pelaksanaannya, PT Koompasia Enviro Institute akan memberikan pendampingan langsung kepada pekebun melalui sekolah lapang serta pemetaan lahan untuk pemenuhan Surat Tanda Daftar Budidaya (STDB).
Program ini juga berfokus pada penguatan kelembagaan pekebun, persiapan menuju sertifikasi sawit berkelanjutan, dan pelatihan pengelolaan ekonomi keluarga pekebun sawit
Rangkaian kegiatan tersebut membawa pendampingan dari aspek teknis di kebun hingga pengelolaan usaha pekebun. Dengan demikian, materi yang diberikan tidak berhenti sebagai pengetahuan, tetapi dapat menjadi bagian dari praktik sehari-hari dan membantu pekebun membangun usaha yang lebih tertata dalam jangka panjang.





























