Kementan Minta Bulog Serap Gabah Petani di Jombang

0
Padi yang sudah dirontokkan dimasukan ke dalam karung. (Foto: Ist)

Kementerian Pertanian (Kementan) merespons keluhan petani di Desa Sumberjo, Kecamatan Jombang, terkait rendahnya harga gabah kering panen (GKP).

Sebelumnya, para petani di desa tersebut mengungkapkan, GKP mereka hanya dibeli seharga Rp 5.000 per kilogram oleh tengkulak.

Sejatinya, pemerintah telah menetapkan harga pembelian GKP sebesar Rp 6.500 per kilogram. Kendati demikian, beberapa petani, termasuk di Desa Sumberjo belum mendapat sosialisasi dari pemerintah terkait kebijakan HPP tersebut.

Menanggapi hal ini, Kepala Biro Komunikasi dan Layanan Informasi Kementan, Moch. Arief Cahyono menyampaikan, pihaknya akan segera berkoordinasi dengan Perum Bulog.

“Kami akan bantu infokan pada Bulog setempat agar konsisten turun menyerap gabah petani. Tadi pagi, kami dapat laporan petani wilayah tersebut sudah tertangani,” kata Arief di Jakarta, Selasa (8/4).

Dia menegaskan, pemerintah berpihak pada petani dengan kebijakan penyerapan gabah sesuai HPP sebesar Rp 6.500 per kilogram untuk semua kualitas. “Jadi, petani jangan menjual harga di bawah Rp 6.500 per kilogram karena Bulog akan membeli sesuai HPP,” tegas Arief.

Menurut Arief kebijakan pembelian gabah sesuai HPP Rp 6.500 per kilogram ini sudah menjadi komitmen Presiden Prabowo. Kebijakan ini diharapkan mampu menjaga stabilitas harga di tingkat petani sekaligus menjamin ketersediaan stok beras nasional.

“Saya kira ini sudah clear dan Bulog sudah bekerja sangat baik. Sebagai gambaran saat ini serapannya naik 2.000 persen dibandingkan tahun-tahun sebelumnya,” jelas Arief.

Arief juga berharap bila ada temuan atau laporan gabah dibeli di bawah HPP, masyarakat atau petani segera melaporkannya ke Bulog setempat. “Pemerintah akan membeli dengan harga yang sesuai. Jangan sampai petani dirugikan,” imbuh Arief.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini