Kementan Siapkan Strategi Kejar Swasembada Bawang Putih Tiga Tahun

0
bawang-putih
Bawang putih hasil panen petani yang digantung sebagai bagian dari proses pengeringan sebelum dipasarkan. Dok: Ist

Kementerian Pertanian (Kementan) menyiapkan strategi percepatan produksi bawang putih untuk mengejar target swasembada dalam tiga tahun ke depan. Upaya tersebut dilakukan melalui percepatan budidaya, pendampingan petani, serta penguatan riset dan penerapan teknologi yang siap digunakan di lapangan.

Strategi tersebut dibahas dalam pertemuan yang dipimpin Wakil Menteri Pertanian (Wamentan), Alim Setiawan Slamet di Bogor, Jumat (30/10). Dalam pertemuan itu, Alim menekankan pentingnya kesiapan pelaksanaan program, mulai dari penentuan lokasi pengembangan hingga teknologi yang akan diterapkan.

Menurutnya, pengembangan bawang putih dalam skala besar membutuhkan inovasi yang sudah teruji dan dapat langsung diterapkan untuk mendukung peningkatan produksi.

“Yang kita butuhkan adalah inovasi yang betul-betul siap diterapkan, bukan yang masih sebatas potensi. Karena skalanya besar, kita harus memastikan teknologi dan rencana yang dipilih benar-benar bisa mendukung pencapaian target,” ujar Wamentan Alim.

Untuk itu, Kementan menyiapkan dua jalur pengembangan yang saling melengkapi. Jalur pertama difokuskan pada percepatan budidaya melalui penetapan lokasi, penyusunan kalender tanam, pemetaan kebutuhan petani, serta pendampingan teknis di lapangan.

Wamentan Alim meminta lokasi pengembangan dan jadwal tanam dirinci agar dukungan pemerintah dapat diberikan sesuai kebutuhan. Menurutnya, keberhasilan program tidak cukup hanya dengan menyiapkan lahan, tetapi juga harus diikuti kesiapan petani dalam menerapkan teknik budidaya.

Peningkatan pengetahuan dan keterampilan petani pun menjadi bagian penting dalam program tersebut. Terlebih, pengembangan bawang putih membutuhkan kemampuan budidaya dan penguasaan teknologi yang sesuai.

“Ini betul-betul mulai baru, sehingga kita membutuhkan keterampilan baru dari petani. Pendampingan budidaya, peningkatan literasi, dan penguasaan teknologi tepat guna menjadi sangat penting,” katanya.

Jalur kedua diarahkan pada penguatan riset dan kajian untuk meningkatkan produktivitas serta mutu bawang putih. Kajian tersebut mencakup pengembangan varietas unggul, perbaikan teknologi budidaya, pengendalian organisme pengganggu tumbuhan, hingga efisiensi penggunaan sarana produksi.

Riset juga mencakup penanganan pascapanen untuk mengurangi kehilangan hasil selama penyimpanan dan distribusi. Pengemasan serta transportasi turut menjadi perhatian agar kualitas bawang putih tetap terjaga hingga sampai ke pasar.

Selain peningkatan produksi, Kementan juga mendorong pembangunan ekosistem usaha bawang putih. Hal ini mencakup penguatan kemitraan, kejelasan pembagian peran para pihak, serta dukungan kebijakan dan regulasi agar hasil produksi memiliki jalur pemasaran yang jelas.

“Kita ingin membangun ekosistem yang baik. Kemitraannya harus jelas, termasuk apa yang akan dikerjakan dan hasil yang ingin dicapai. Kebijakan dan regulasi pendukungnya juga perlu disiapkan,” ujar Wamentan Alim.

Melalui percepatan budidaya dan penguatan riset tersebut, Kementan mendorong peningkatan produksi bawang putih nasional secara terukur dan berkelanjutan. Langkah ini menjadi bagian dari upaya pemerintah mengejar target swasembada bawang putih yang ditetapkan Presiden Prabowo Subianto dalam tiga tahun ke depan.

Reporter: Supianto

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini