Kementan Tingkatkan Produksi Padi Kaltara Melalui Program PAT dan Pompanisasi

0
Kepala Pusat Pelatihan Pertanian BPPSDMP, Muhammad Amin, melakukan kunjungan ke beberapa lahan sawah tadah hujan di Desa Longsam, Kecamatan Tanjung Palas Barat, Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara.

Dalam rangka menjaga ketahanan pangan nasional, Kementerian Pertanian (Kementan) terus menggiatkan Program Perluasan Areal Tanam (PAT) dan pompanisasi, termasuk di Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara).

Program ini bertujuan untuk meningkatkan produksi beras hingga 35 juta ton pada 2024 dengan memanfaatkan lahan secara optimal. Langkah ini diambil untuk menghadapi tantangan krisis pangan global dan mengatasi inflasi akibat kenaikan harga beras.

Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman, menyatakan bahwa salah satu strategi utama dalam program ini adalah melalui penggunaan teknologi pompanisasi dan pengoptimalan lahan seperti tumpang sisip padi gogo.

“Program penanaman padi gogo didukung dengan pompanisasi. Mesin pompa air akan membantu pengairan lahan, sehingga produktivitas padi nasional bisa ditingkatkan meskipun kita menghadapi berbagai tantangan,” kata Amran.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Kementan, Idha Widi Arsanti, menambahkan bahwa percepatan pompanisasi dan pengoptimalan lahan perlu dilakukan segera agar hasil pertanian dapat meningkat secara signifikan.

“Meski kita menghadapi cuaca ekstrem dan tantangan geopolitik, Mentan tetap berambisi untuk mengembalikan swasembada pangan Indonesia. Kami terus berusaha meningkatkan produksi padi,” kata Santi.

Sebagai langkah konkret, Kepala Pusat Pelatihan Pertanian BPPSDMP, Muhammad Amin, melakukan kunjungan ke beberapa lahan sawah tadah hujan di Desa Longsam, Kecamatan Tanjung Palas Barat, Kabupaten Bulungan, Kaltara.

Amin didampingi oleh Kepala Bidang Prasarana dan Sarana Pertanian Kabupaten Bulungan, Sayid Abdurahman Saleh, Ketua Kelompok Tani Longsam Jaya, Yus Yakobus, serta Penyuluh Pertanian setempat, Andreas.

Dalam kunjungan tersebut, ditemukan potensi lahan seluas empat hektare yang belum ditanami padi karena kekurangan air. Yus Yakobus menjelaskan bahwa sawah tersebut belum dapat ditanami karena tidak ada air hujan ataupun sumber air dari sungai terdekat.

Oleh karena itu, lanjut Yus Yakobus, Kelompok Tani Longsam Jaya berharap adanya bantuan pompa dan pipa dari Dinas Pertanian Kabupaten Bulungan.

Mendengar keluhan tersebut, Amin menginstruksikan kepada Kepala Bidang PSP Kabupaten Bulungan untuk memberikan bantuan pompa dan pipa secepatnya.

“Pak Kabid, segera tindak lanjuti permintaan Pak Yus agar sawah ini bisa ditanami padi di bulan September,” ucap Amin.

Amin berharap lahan di Desa Longsam ini dapat berkontribusi pada peningkatan produksi padi di Kabupaten Bulungan dan mendukung tercapainya target program PAT secara nasional.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini